21 Pasien di Bali Dinyatakan Sembuh dari Paparan Virus Corona

Selasa, 14 April 2020 : 21.01
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra merilis perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali/ist
Denpasar - Sebanyak 21 orang pasien di Bali dinyatakan sembuh dari paparan virus corona Covid-19 setelah menjalani beberapa kali pemeriksaan kesehatan.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra mengungkapkan hal iti, saat merilis perkembangan Penanganan Virus Disease Corona (Covid-19) di Provinsi Bali, Selasa (14/4/2020).

Disebutkan Indra, jumlah kumulatif pasien positif sebanyak 92 orang. (Bertambah 6 orang WNI dalam bentuk 4 imported case dan 2 orang transmisi lokal).

"Jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh sejumlah 21 orang terdiri 17 WNI dan 4 WNA," sebut Indra. Sedangkan, untuk jmlah pasien yang meninggal sejumlah 2 orang alias tidak bertambah.

Untuk jumlah pasien positif dalam perawatan kasus aktif sebanyak 69 orang atau bertambah lima orang. Dikatakan Indra, jumlah angka positif di Bali sebagian besar masih didominasi oleh imported case, sedangkan sampai saat ini terdapat 10 kasus transmisi lokal.

Dengan demikian, masih ada masyarakat yang tidak mengindahkan atau melakukan upaya-upaya pencegahan Covid-19, seperti pemakaian masker, mencuci tangan, physical distancing dan lainnya.

"Sekali lagi, dalam menekan kasus transmisi lokal maka masyarakat harus sadar dan disiplin dalam melakukan upaya pencegahan virus ini," tandasnya.

Dari sisi pintu masuk Bali, baik bandara maupun pelabuhan, Pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan yang sangat ketat terhadap PMI maupun penumpang yang datang dari daerah luar Bali.

Terkait banyaknya muncul pertanyaan kenapa pemerintah belum menutup Bandara Ngurah Rai maupun pelabuhan merupakan kewenangan Pemerintah Pusat, dan semua daerah harus mematuhi hal tersebut termasuk Bali.

Pemerintah melakukan upaya memperketat pintu masuk Bali untuk menekan persebaran kasus Covid yang disebabkan oleh imported case. Terkait pengawasan ketat di Bandara Ngurah Rai, PMI maupun penumpang domestik yang berasal dari daerah terinveksi maka dilakukan pengecekan suhu tubuh dan rapid tes.

Apabila hasil rapid tes di bandara menunjukan tanda positif, maka Pemprov Bali akan segera melakukan penanganan sesuai SOP yang berlaku.

Sedangkan jika hasil rapid tesnya negatif, akan dijemput Pemerintah Kabupaten/Kota guna dilakukan karantina yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota sesuai dengan kebijakan mereka masing-masing.

Pada masa 8 hari karantina (orang yang negatif ini) dilakukan tes swap dan hasilnya positif, maka akan diserahkan kembali Kepada Pemprov Bali untuk dilakukan langkah perawatan.

Selain di bandara, di Pelabuhan Gilimanuk juga diterapkan SOP yang sama, baik untuk rapid test maupun pengecekan suhu tubuh. Hingga saat ini belum ditemukan kasus positif yang masuk lewat pelabuhan.

Apabila nanti ditemukan kasus positif maka orang tersebut akan dikembalikan kedaerah asalnya. "Diharapkan masyarakat bisa memahami hal tersebut, dan dapat secara disiplin melakukan arahan yang telah diberikan pemerintah," demikian Indra. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi