11 Pasien Sembuh, Kasus Positif Corona di Bali Bertambah 7 Orang

Kamis, 30 April 2020 : 21.55
Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19/ist
Denpasar - Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra selaku Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan ada penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 7 orang.

"Kasus tambahan itu terdiri dari imported case sebanyak 4 orang dan transmisi lokal sebanyak 3 orang, sehingga jumlah akumulatif terkonfirmasi positif COVID-19 sampai hari ini berjumlah 222 orang," ujar Indra dalam keterangan resminya di Denpasar, Kamis (30/4/2020).

Selain itu, Indra menambahkan, ada sebanyak 17 pasien sembuh. Sehingga jumlah akumulatif yang sembuh sampai hari ini menjadi 113 orang atau sebanyak 50,90% dari total yang positif.

“Astungkara tidak ada laporan meninggal dan kita berharap tidak ada lagi yang meninggal di antara sahabat-sahabat kita yang terinfeksi COVID-19,” ujarnya. Pasien dalam perawatan sebanyak 105 orang yang tersebar di 11 rumah sakit rujukan dan juga tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Dari jumlah akumulatif positif COVID-19 sebanyak 222 orang terdiri dari 8 orang WNA dan 214 orang WNI. Dari 214 orang WNI sebanyak 137 orang imported case (134 PMI dan 3 Non PMI), terinfeksi dari daerah terjangkit sebanyak 20 orang dan yang terinfeksi melalui transmisi lokal sebanyak 57 orang,” rinci DM Indra.

Gambaran saat ini, masih memperlihatkan adanya penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID 19 baik dari imported case yang dibawa PMI maupun dari transmisi lokal.

Patut menjadi perhatian bersama adalah infeksi melalui transmisi lokal. Ini berarti di tengah-tengah masyarakat ada yang positif kemudian menularkan kepada yang sehat.

Makin tinggi angka transmisi lokal menunjukkan masih kurang disiplinnya kita di dalam melaksanakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19.

Hal tersebut harus menjadi perjuangan bersama, kesadaran bersama, tanggung jawab bersama untuk mencegah terjadinya penularan COVID- 19 ini melalui transmisi lokal.

"Dibutuhkan satu disiplin kita bersama untuk mencegah transmisi lokal. Jika hal ini kita bisa lakukan bersama-sama maka transmisi lokal ini bisa kita dikendalikan dengan baik," katanya menegaskan.

Mudah-mudahan melalui informasi ini bisa terus menumbuhkan keyakinan kita bahwa COVID-19 ini sesungguhnya bisa dikendalikan melalui disiplin kita semua.

“Banyaknya angka kesembuhan menunjukkan COVID-19 bisa kita sembuhkan. Kombinasi antara kedisiplinan dari kawan kita yang terinfeksi dan juga kerja keras dari tim medis menghasilkan semakin banyak sahabat-sahabat kita yang bisa sembuh,” ujar dia.

Dari pantauan terakhir Ketua Gugus Tugas yang hadir langsung di lapangan, ada 1200an orang melakukan rapid test dengan jumlah reaktif mencapai 4 ratusan. Sudah dilakukan pengambilan swab untuk memastikan apakah benar-benar positif atau tidak.

Hasil akhir yang akan dipakai adalah hasil uji swabnya. Sedangkan di Padangkerta, Karangasem juga sudah dilakukan Rapid Test. Terakhir kedapatan sekitar ada 12 orang yang reaktif. Ini juga akan dilanjutkan dengan Swab untuk memastikan lebih akurat hasilnya.

Sesuai komitmen Gubernur dengan Bupati/Walikota yang positif melalui uji swab akan ditangani Gugus Tugas Provinsi. Sedangkan yang negatif akan dilanjutkan ditangani oleh Kab/Kota.

Bupati Bangli sudah mengambil keputusan untuk Banjar Serokadan Desa Abuan mulai hari ini dinyatakan diisolasi tertutup. Tidak boleh ada yang keluar dan masuk mulai besok.

Bahkan akan disiapkan dapur umum untuk memberikan pelayanan konsumsi kepada masyarakat disana untuk memastikan tidak ada lagi pergerakan masyarakat keluar masuk banjar Serokadan.

Menurut Indra, kapal World Dream sudah merapat di Tanjung Priok. Ada warga Bali namun belum diketahui jumlahnya. informasi didapatkan seluruh penumpangnya di World Dream itu dinyatakan negatif.

“Untuk (kapal pesiar) Splendor mungkin masih menunggu jadwal karena ada beberapa kapal pesiar yang merapat di Tanjung Priok tentu akan diatur apa namanya ijin nyandarnya dan yang mengatur itu adalah Gugus Tugas Nasional,” demikian Indra. (rhm)

Rekomendasi