Wagub Bali Apresiasi Tanah Lot Art & Food Festival #3

Jumat, 13 Maret 2020 : 22.45
Pembukaan Tanah Lot Art &Festival #3 2020 ditandai dengan membunyikan okokan secara bersam-sama
TABANAN – Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspayoga, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Raja Tabanan Anglurah Tabanan dan Manajer Operasional Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, bersama-sama membunyikan okokan tanda dimualainya even Tanah Lot Art & Food Festival #3 2020 yang digelar di DTW Tanah Lot, Tabanan, Bali, Jum'at (13/3/2020) 

Sebelumnya, Wagub Bali Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati dalam sambutannya  memberikan apresiasi kepada Bupati Tabanan yang menggelar even ini di tengah lesunya pariwisata Bali akibat dampak isu corona di dunia. 

"Kami  mengapresiasi acara ini karena sesuai dengan program pemerintah, yakni We Love Bali Movement. Acara ini  menjadi lebih luar biasa lagi ketika acara ini dilakukan ditengah suasana hiruk-pikuk berita yaitu tentang virus Corona. Ini sangat menarik sekali,” paparnya.

Wagub Bali menambahkan, tema yang diusung Festival ini “Tirta Kamandalu” yang memiliki makna air suci dari dari dasar samudra yang menjadi sumber kehidupan tepat dilaksanakan di tengah Bali yang saat ini memang masih baik-baik saja. Hanya pemberitaan di luar negeri sedemikian rupa membawa dampak kekhawatiran. 

“Jadi bukan semata-mata festival ini ditujukan untuk pariwisata, lebih dari itu ini adalah persembahan untuk Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti dalam sambutan selamat datangnya menuturkan, pada pembukaan Tanah Lot Art & Food Festival kali ini akan ditampilkan Pagelaran Okokan Kolosal dari Desa Kediri yang mengusung thema Nangluk Merana.

Disebutkan, Okokan sebagai ikon dalam pementasan festival tahun ini dengan pragmen tari nangluk merana bertujuan menetralisir hal-hal jahat atau negatif sehingga mampu membawa kedamaian. Apalagi saat ini, industri pariwisata diguncang kejadian merebaknya wabah virus Corona yang terjadi
dimana-mana.

“Saya yakin dengan kekuatan skala niskala dan niat kita, virus ini akan hilang di  Bali ini. Kita doakan bersama-sama. Dengan menampilkan Okokan kolosal ini, mudah-mudahan ini sedikit tidaknya membawa dampak yang baik bagi kita di Bali dan Tabanan khususnya,” ujar Bupati Eka yang juga Ketua Badan Pengelolan DTW Tanah Lot ini

Bupati Eka menambahkan,  sepanjang kita yakin dengan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa niscaya kita tidak akan takut dengan virus apapun, seperti virus corona yang saat ini merebak dimana-mana yang setidaknya telah melumpuhkan ekonomi masyarakat khususnya di bidang pariwisata.

“Sepanjang kita yakin dengan kekuatan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, itu akan disomyakan (dinetralkan) kembali dan Bali tentunya akan tetap menjadi pusat pariwisata Dunia yang kita banggakan,” paparnya.

Selain Pagelaran Okokan Kolosal, pada hari pertama Tanah Lot Art & Food Festival ini sejak pagi pengunjung disuguhi pemeran kuliner, Festival jajan Bali dan Festival kopi khas Tabanan serta klinik kuliner Pepes telengis dan jukut roroban, kopi dan jaje Bali. Ditampilkan juga atraksi budaya Barong Bangkung bfelewang di arena festival.

Pada siang hari saat makan siang ditampilkan Rindik show dan setelahnya juga ditampilkan enam tari klasik yang diiringi oleh Sanggar Cenik Lantang. Di malam harinya, seusai pembukaan di panggung utama ditampilkan Taste the sunset yang dibawakan Gita Bhaskara Etnik.

Selain itu, juga ditampilkan atraksi joged bumbung dan pementasan Celekontong Mas vs Dwi Mekar Buleleng sebagai penutup acara Tanah Lot Art & Food festival di hari pertama. Even ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (15/3/2020) yang akan menampilkan penyanyi ibu kota Andmesh di malam penutupan. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi