Virus Korona, AMSI: Media Dorong Publik Rasional dan Tak Picu Kepanikan

Selasa, 03 Maret 2020 : 11.23
Ketua Umum Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wenseslaus Manggut/ist
Jakarta- Dalam menyikapi merebaknya virus corona kalangan media diharapkan bisa mendorong masyarakat tetap bersikap rasional serta tidak memicu kepanikan di masyarakat.

Presiden Joko Widodo, Senin 2 Maret 2020, mengumumkan dua warga Indonesia dipastikan terkena virus korona. Keduanya kini sudah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Sulianti Saroso Jakarta, dan kondisi mereka  membaik, perlahan mulai pulih.

Di tengah merebaknya berita tentang virus ini,  para penderita, dan upaya pemerintah menangani serta menghadang penyebaran, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menghimbau  pimpinan dan pemilik media anggota AMSI  di seluruh Indonesia untuk mengedepankan kode etik jurnalistik dalam pemberitaan.


Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut meminta agar identitas penderita virus korona harus dirahasiakan.

"Nama, alamat dan data pribadi pasien tidak boleh disebarluaskan. Media wajib memastikan  pemerintah sudah menangani para penderita secara maksimal dan  melakukan segala yang diharuskan demi mencegah penyebaran virus ini," tegas Wens, sapaannya dalam siaran pers, Selasa (3/3/2020).


Wens melanjutkan, media agar menghindari konten berita yang memicu publik menjadi panik.

"Konten seperti itu tidak akan membantu siapapun, tidak akan membantu negara, atau masyarakat dalam menangkal penyebaran virus ini dan menangani mereka yang tertular," kata CEO Kapanlagi Networks ini.

Ketiga, perbanyak konten-konten berita yang sifatnya edukatif, tentang bagaimana cara penularan, cara mengantisipasi, cara bersin dan cara batuk agar virus apapun tidak menular ke keluarga, sahabat di kantor, atau orang lain di area publik yang mereka kunjungi.

Langkah keempat, melakukan edukasi publik bahwa peluang sembuh dari virus ini sangatlah besar. Tumbuhkan optimisme  lewat data.

Data kesembuhan tersedia di banyak negara. Vietnam bahkan mengumumkan semua yang terkena virus ini sembuh total. Kehati-hatian sangat penting, tapi ketakutan dan paranoid tidak membantu apa-apa, malah justru memparah suasana.

Kelima, edukasi publik untuk hidup sehat. Konsumsi makanan sehat, olahraga, cara mencuci tangan, dan begitu banyak cara-cara sederhana agar terhindari dari virus ini.

Keenam, mendorong para pebisnis, pemilik, dan pengelola fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, restoran, hotel, perkantoran, transportasi umum untuk mengikuti ketentuan standar World Health Organization (WHO) dan pemerintah, dalam mengoperasikan fasilitas publik demi mencegah terjadinya penyebaran virus ini.

Ketujuh, AMSI agar mendorong dan mebantu pemerintah agar terus melakukan sosialisasi secara terus-menerus tentang  standardisasi penanganan yang dilakukan.

"Hindari ruang media kita dipakai untuk debat kusir, bertengkar, berpolemik yang tak perlu, yang justru menimbulkan kebingungan dan kepanikan di tengah masyarakat," tandasnya lagi.

Kedelapan, kepada seluruh media anggota AMSI agar dalam penugasan setiap wartawan dan kru ke lapangan harus  memperhatikan aspek-aspek keamanan dan keselamatan sesuai prosedur standar masing-masing.

"Demikian himbauan ini kami sampaikan untuk diikuti semua anggota AMSI di seluruh Indonesia," tegas Pimpred Merdeka.com ini.

Kepada masyarakat umum dan pengguna media sosial, kami berharap agar bersama para pengelola media, mari  mencegah penyebaran berita bohong, dengan membaca berita dari sumber terpercaya, serta terus tumbuhkan semangat optimisme. Sudah puluhan ribu orang sembuh total dari virus ini. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi