Terkait Virus Corona, Bupati Tabanan Minta Warganya Jangan Panik

Senin, 16 Maret 2020 : 15.58
Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (kanan) saat memimpin rapat koordinasi terkait Virus Corona
Tabanan - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memimpin Rapat Koordinasi terkait Virus Corona, bersama seluruh pimpinan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan, Bali, Senin (16/3/2020) di ruang rapat Bupati.

Rapat koordinasi ini juga merupakan tindak lanjut dari surat edaran Gubernur Bali Nomor 7194 Tahun 2020 tentang panduan tindak lanjut terkait pencegahan penyebaran corona virus disease 2019 (Covid-19) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang diberlakukan mulai tanggal 16 Maret sampai dengan 30 Maret 2020.

Pada kesempatan tersebut Bupati Eka menegaskan kebijakan Pemda Tabanan harus satu garis dan satu komando dengan kebijakan Gubernur, karena ini merupakan bencana nasional.

“Ini adalah kepentingan bersama secara nasional. Kita tidak bicara Tabanan saja tapi kita bicara Bali,” ungkapnya.

Bupati menjelaskan tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk membatasi interaksi atau kontak masyarakat secara berlebih, sehingga mampu meminimalisir penyebaran corona virus tersebut.

“Kita sudah laksankan surat edaran tersebut hari ini, jadi kita liburkan sekolah karena keputusan ini kan baru hari ini. Jadi unuk menghindari interaksi atau kontak masyarakat terlalu banyak di ruangan publik,” ujarnya.

Terkait merebaknya virus corona di berbagai negara yang menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti meminta kepada seluruh masyarakat Tabanan dan Bali pada umumnya, jangan panik dan tetap jalankan aktivitas dengan baik.

Bupati Eka pada rapat koordinasi tersebut juga menyampaikan bahwa menyangkut pelayanan publik, ditekankan agar para kepala OPD untuk tetap menjalankan pelayanan publik sehigga Tabanan tidak menjadi kota mati.

“Menyangkut pelayanan publik, OPD agar tetap menjalankan pelayanan publik tapi diseleksi. Dalam artian tetap kita menyiapkan sarana prasarana pelindung diri. Terus yang datang kita scan, kita kasi masker, antiseptic dan sebagainya itu disiapkan,” ujarnya.

Hal hal yang sifatnya tidak penting, misalnya rapat di tempat terbuka dan sebagainya, ia meminta agar dihindari dulu. Begitupun dengan Daya Tarik Wisata (DTW) di Tabanan, Bupati juga mengintruksikan harus ada tim terlatih yang disiapkan di setiap DTW.

Hal itu ditekankan, mengingat DTW di Tabanan sampai saat ini masih menerima tamu asing. Ia juga meminta agar Rumah Sakit Umum Tabanan juga disupport, ada beberapa hal yang harus dibutuhkan yaitu ruang isolasi dan butuh alat bertekanan negative untuk menghilangkan virus.

“Ruangannya sudah ada tetapi alatnya belum ada. Kita lagi mintakan dari CSR yaitu BPD. Kita sudah minta tolong sama pak Gubernur untuk disetujui,” ujar Bupati Eka.

Pada kesempatan itu Bupati Eka juga mengajak seluruh masyarakat terutama tokoh-tokoh masyarakat setempat agar mensosialisasikan pola hidup sehat, sehingga terhindar dari penyebaran berbagai virus.

Karena menurutnya, tidak cukup hanya pemerintah saja, tokoh-tokoh masyarakat juga harus menghimbau masyarakat untuk melaksanakan prilaku hidup bersih dan sehat.

“Hidup bersih itu kan penting dan harus dijaga kebersihan. Harus cuci tangan jangan batuk sembarangan, lakukan penyemprotan dengan desinfektan. Jadi tetap jaga hidup bersih dan jaga kesehatan masing-masing dan juga jaga lingkungan kita,” pesannya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi