Terhindar Corona, AMSI Serukan Media dan Masyarakat Disiplin Jaga Jarak

Jumat, 27 Maret 2020 : 16.18
Ketua Badan Pengawasan dan Pertimbangan Organisasi, Sapto Anggoro (Kiri) dan Ketua Umum AMSI 2017-2022, Wenseslaus Manggut (kanan) /dok.
Jakarta - Kalangan media dna masyarakat diminta mentaati dan disiplin dalam melaksanakan kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak dan fisik bertemu orang lain (social and physical distancing) dalam mencegah penyebaran virus corona.

Ajakan itu disampaikan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menanggapi perkembangan virus corona Covid-19 yang kian meluas di Tanah Air.

Diketahui, World Health Organization (WHO) dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 sudah menegaskan kecepatan penularan wabah COVID-19 bisa diredam dengan cara mengatur jarak saat kita bertemu orang lain (social and physical distancing).

Kebijakan jaga jarak itu diwujudkan melalui kebijakan bekerja dari rumah, belajar di rumah dan beribadah di rumah. Selain itu, siapapun dilarang keras menciptakan kerumunan, apalagi tanpa memperhatikan jarak.

Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menyayangkan belum semua instansi pemerintah dan lembaga publik melaksanakan perintah tersebut, terutama dalam kaitan dengan acara-acara yang melibatkan jurnalis.

Untuk itu, AMSI menyerukan kepada seluruh anggota AMSI di seluruh Indonesia, agar meminta tim peliputan: wartawan, fotografer, videografer, atau unit apapun yang meliput acara publik.

Termasuk konferensi pers di lembaga pemerintah maupun instansi publik lainnya, untuk mempertimbangkan kehadiran dalam kegiatan konferensi pers yang berpotensi mengundang kerumunan.

Jika kehadiran tersebut tak bisa dihindarkan, lanjut Wens, diharapkan tim liputan senantiasa menjaga jarak aman di lokasi konferensi pers atau kegiatan publik tersebut, sesuai ketentuan World Health Organization (WHO).

"AMSI mengingatkan setiap perusahaan media wajib memastikan keselamatan dan kesehatan setiap jurnalisnya di lapangan," tegas Wens dalam siaran pers, Jumat (27/3/2020).

Kepada lembaga pemerintah dan perusahaan swasta, agar memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam publikasi dan pengelolaan informasi.

Diungkapkan, siaran pers bisa dikirim setiap saat ke kantor media massa, dan konferensi pers bisa dilakukan secara online lewat berbagai platform yang kini banyak tersedia.

Kepada seluruh media, agar terus-menerus mengedukasi publik dengan mencari informasi dari para ahli dan pakar, agar kita semua selamat menghadapi wabah virus corona ini.

Selain itu, agar menyuguhkan pendapat mereka sungguh lebih penting, ketimbang mewawancarai orang-orang yang kurang memahami masalah wabah ini dengan baik.

"Pada hari-hari ini, semua pihak, tanpa kecuali, harus berdisiplin jaga jarak agar kita semua selamat dari wabah COVID-19," demikian Wens. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi