Tangani Bencana, Basarnas Bali Terus Mantapkan Koordinasi Lintas Instansi

Jumat, 20 Maret 2020 : 09.57
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, beserta jajaran bertandang ke Kantor Gubernuran Provinsi Bali/ist
Denpasar - Basarnas Bali terus mematapkan koordinasi antarinstansi dalam penanganan kebencanaan di Bali yang dikenal sebagai destinasi pariwisata dunia.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, beserta jajaran bertandang ke Kantor Gubernuran Provinsi Bali, Kamis (19/03/2020).

Wakil Gubernur Provinsi Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati mendukung penuh keberadaan Pos Unit Siaga SAR Nusa Penida. Disampaikan, saat ini 5 orang personil disiagakan untuk mengantisipasi kondisi membahayakan manusia di seputaran Nusa Penida, Klungkung.

Dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan di Bali, Basarnas beserta instansi terkait menjadi fron liner dalam keadaan-keadaan kedaruratan. Dalam kebencanaan, Basarnas Bali hadir pada fase kegawatdaruratan, dimana perlu dilakukan pencarian serta pertolongan korban.

Kalaksa BPBD Made Rentin menegaskan sinergitas lintas instansi antara Basarnas Bali, BPBD Provinsi Bali telah berjalan baik. Sampai saat ini, diakui Made Rentin, Basarnas Bali banyak berperaan dalam mendukung tugas-tugas BPBD.

Upaya untuk membuat Bali sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi sektor pariwisata sudah dilakukan. Hanya saja volume kegiatan sosialisasi tentang keselamatan menurut Gede Darmada masih terbatas.

Selain bekerja sama dengan BPBD, Basarnas selalu berdampingan dengan Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata guna menjalankan tugas terkai pencariaan dan pertolongan (SAR).

Daerah-daerah yang rawan dengan kondisi membahayakan manusia di tempat pariwisata khususnya, menjadi perhatian Wakil Gubernur.

"Sering kejadian wisatawan terjatuh karena selfie, jadi sebenarnya harus dilihat kelayakan tempat tersebut, apakah perlu diberikan pembatas atau tanda peringatan," ungkap Wagub Cok Ace.

Basarnas selalu berkoordinasi dengan Balawista atau pelaku pariawisata setempat. Kedekatan yang proporsional dan profesional tentunya akan berpengaruh langsung dengan kecepatan dalam merespon laporan kedaruratan.

"Bidang keselamatan transportasi penerbangan kami telah berkoordinasi dengan Angkasa Pura Kan keselamatan transportasi laut juga terus bersinergi dengan KSOP Benoa," tutupnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi