Seniman Lanang Mantra Olah Barang Bekas Menjadi Karya Ogoh-ogoh Unik

Jumat, 13 Maret 2020 : 16.48

Seniman Gusti Lanang Mantra menunjukan karya nyeleneh membuat ogoh ogoh dengan menggunakan barang bekas atau recycle.
Amlapura -Seniman Gusti Lanang Mantra menunjukan karya nyeleneh membuat ogoh ogoh dengan menggunakan barang bekas atau recycle.

Barang bekas yang digunakan juga sebagian besar ramah lingkungan namun karyanya memiliki keunikan tersendiri.

Ogoh Ogoh setinggi tiga meter ini dengan Judul Naga Basuki. Sementara bahan bahan yang digunakan untuk mebentuk tubuh naga adalah kain brokat bekas dari tukang jarit kebaya. Selain itu, ada tas kresesk dan juga botol bekas, Compack disc dan juga Koran bekas serta barang beras lainya. Untuk sisik naga akan menggunakan bekas minumn teh gelas.

Bahkn ada juga bekas bungkus buah Pir untuk membentuk body Naga. Sementara bagian ekor naga menggunakan bekas botol mineral dengan diujungnya menggunakan bola pimpong atau tenis meja. Pembuatan ogoh ogoh ini bkerjasama dengan STT Karya Duta, Desa adat Buyan, Rendang.

Semua anak anak seke teruna dan juga anak anak yang belum masuk seke teruna ikut membantu terutama mencarikan barang barang bekas seperti bekas minuman teh gelas,” ujar Lanang mantra.

Lanang selama ini dikenal sebagai seniman unik, selalu membuat karya karya dengan menggunakan barang bekas.

Seperti gaun dan juga yang lainya. Ogoh ogoh ini sendiri nantinya akan diarak juga pada pengrupukan sebelum hari raya Nyepi. Tidak hanya ogoh ohoh yang menggunakan bahan bekas.

Gambelan yang akan mebgiringi juga kolaborasi bale ganjur dengan bunyi bunyian seperti dari galon bekas. “Tujuannya adalah memberikan edukasi kepada anak anak agar peduli lingkungan utamanya sampah plastic,” ujarnya.

Mereka diajak memanfaatkan kembali sampah plastic yang selama ini menjadi barang bekas yang kalau dibuang akan merusak lingkungan.

Mantra senang dengan semengat kalangan muda mendukung pembuatan ogoh ogoh tersebut. Dirinya mengaku sudah tiga kali kerjasama dengan TSS Karya Duta. Diantaranya upacara bendera di Jembatan Tukad Arca dan juga Cak di Tukas Arca juga.

Sementara ogoh ogoh ini juga aka nada tarian atau synopsis yang mengisahkan tentang sampah. Dimana warga membuang sampah semebarangan sehingga timbul banjir. akibatnya orang bersangkutan dimarahi warga.

Pada fragmen tari yang akan mengiringi, melibatkan sekitar 20 penari. Soca atau hiasan yang ada pada naga juga menggunakan Jeli yang udah selesai dipakai sembahyang. Pembuatan ogoh ogoh ini sudah mencapai 70persen saat ini dan 10 hari lagi akan selesai. Pembuatan ogoh ogoh sendiri dilakukan di Banjar Buyan.

Dia mengaku, pengerjaan dilakukan secara gotong rotong dengan melibatkan STT setempat. Selesai kegiatan nanti juga akan di bersihkan. Para pengusung ogoh ogoh akan membersihkan ogoh ogoh usai diarak keliling kampung. (nik)

Rekomendasi