Sang Ibu Meninggal, Kisah Bayi Cempaka Ketuk Kepedulian Grup Astra Bali

Sabtu, 07 Maret 2020 : 23.00
Bantuan perlengkapan bayi dan uang tunai Grup Astra Bali diserahkan kepada keluarga bayi Cempaka di Klungkung
Klungkung - Kisah pilu keluarga kurang mampu I Wayan Gunawan (39) warga Banjar Payungan Desa Selat Kecamatan Klungkung Bali yang kehilangan istri tercinta usai melahirkan sehingga harus merawat buah hatinya yang baru berusia 33 hari mengundang kepedulian banyak pihak tak terkecuali Grup Astra Bali.

Corcom Astra Motor Bali AA Raka Sri Mayuni mewakili Grup Astra Bali langsung mendatangi rumah pria yang disapa Bagong, yang sangat sederhana dan belum lama masuk program bedah rumah, Sabtu (7/3/2020).

Bagong dan putri pertama Ni Luh Muliani, menyambut ramah rombongan Astra Bali serta jurnalis yang hendak melihat dari dekat, kondisi bayi cantik yang diberi nama Ni Ketut Cempaka Febriani.

Di rumah yang sederhana itu, bayi Cempaka dalam gendongan Muliani, anak perempuan pertama Bagong yang selama ini membantu merawat sang bayi, sejak sang ibu Murni, meninggal usai menjalani operasi saat persalinan di RSUP Sanglah Denpasar.

Melihat kondisi wajah bayi tak berdosa itu, membuat hati trenyuh Mayuni dan rombongan yang secara bergantian, mencoba menggendong sebagai bentuk kasih sayang terhadap nasib balita itu.

Mayuni menyampaikan kedatangan mereka tak lain sebagai bentuk kepedulian secara kemanusiaan melihat duka dialami Bagong, yang memiliki empat anak, satu diantaranya meninggal.

AA Raka Sri Mayuni menggendong bayi Cempaka saat mengunjungi rumah keluarga Wayan Gunawan di Selat, Klungkung
Tangguh mewakili Grup Astra Bali menyerahkan bantuan berupa perlengkapan bayi serta uang tunai untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari khususnya untuk perawatan sang bayi.

"Kita bisa melihat, bagaimana kondisi masyarakat apalagi di Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, ternyata masih ada masyarakatnya yang hidup seperti ini," ucapnnya mengawali pembicaraan.

Tak henti, Mayuni memberi dorongan semangat bagi Bagong dan keluarga agar tabah menerima musibah ini. "Semoga nanti, bayi ini menjadi anak yang pintar, namun apapun kondisinya harus diperhatikan masalah pendidikan," katanya wanti-wanti.

Dia berpesan kepada keluarga Bagong, agar sebisa mungkin memperhatikan pendidikan anak-anaknya, karena itu merupakan hal utama bagi setiap anak dan generasi muda lainnya.

Kepada Luh Muliani yang terpaksa tidak bisa melanjutkan sekolah karena harus merawat sang adik bersama ayahnya, Mayuni meminta agar ke depan, tetap melanjutkan sekolah.

"Nanti Mbak Luh, kalau ada kesempatan belajar kajar paket, agar diambil kesempatan itu, kemudian ini menjadi penting walaupun sebagai ibu rumah tangga harus sekolah, menjadi ibu rumah tangga sekarang berpenghasilan dari bisnis online," ucapnya.

Karena itulah, Grup Astra Bali memberikan bantuan kepada keluarga Bagong.

Masih dalam suasana duka, Bagong yang kaget tidak menyangka bakal dikunjungi perwakilab Grup Astra Bali, hanya bisa menyampaikan banyak terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan.

"Terima kasih atas kunjungan Astra ke sini dan semua bantuannya, sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ucap pria yang bekerja sebagai buruh serabutan itu. (rhm)

Rekomendasi