Redam Potensi Penyebaran Corona, Perantau Dihimbau Jangan Mudik

Minggu, 29 Maret 2020 : 08.28
Jakarta - Konten edukasi bertajuk “Jangan Mudik” bagian gerakan inisiasi #MediaLawanCovid19 diluncukan Minggu (29/3/2020). Kampanye besar kedua ini dilakukan untuk meredam potensi kian luasnya penyebaran virus Corona dari Jakarta ke berbagai daerah.

Kampanye kedua yang masih menggunakan tagar #AmanDiRumah ini, akan dipublikasikan secara serentak selama dua hari, yakni Minggu dan Senin, di berbagai platform, baik di jaringan televisi, radio, majalah, koran, media siber maupun media sosial.

Dalam siaran pers diterima Kabarnusa.com, diperkirakan sekitar 100 media nasional dan lokal kembali akan berpartisipasi.

Inisiator #MediaLawanCovid19, Metta Dharmasaputra mengungkapkan, melalui kampanye masif ini, diharapkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat untuk tidak pulang kampung bisa tersebar luas hingga ke kelompok masyarakat di unit terkecil, seperti di tingkat RT/RW, kelompok arisan, aktivitas keagamaan, dan lainnya.

"Aksi ini menindaklanjuti publikasi konten perdana pada Selasa (24/3) lalu bertajuk “Jaga Jarak”, yang juga menggunakan tagar #AmanDiRumah," imbuh Metta yang Co-founder & CEO Katadata.

Kampanye kedua ini semula akan dilakukan mulai Senin pagi. Namun, melihat fenomena masyarakat yang sudah berbondong-bondong meninggalkan Jakarta, dirasa penting untuk mempercepat kampanye “Jangan Mudik” ini.

Diperkirakan ada sekitar 15 juta pemudik yang akan meninggalkan Jakarta ke berbagai wilayah di Jawa dan luar Jawa.

Jika ini terjadi, lanjut Metta, dikhawatirkan arus mudik penduduk akan membuat wabah virus Corona menjalar dengan cepat dan menambah zona merah di berbagai daerah tujuan pemudik.

Berbagai imbauan telah dikeluarkan oleh para pemimpin pusat dan daerah yang meminta masyarakat mengurungkan niatnya untuk mudik. Namun, belum adanya larangan resmi dari pemerintah membuat arus mudik tetap deras mengalir ke berbagai wilayah.

Atas dasar itu, kampanye edukasi “Jangan Mudik” mulai dilakukan berbagai media yang tergabung dalam #MediaLawanCovid19. Terdapat sejumlah produk bersama yang dapat digunakan, yakni dua poster, dua iklan layanan masyarakat di radio, dan satu materi tayangan video.

"Di samping itu, terdapat satu video konten bersama, yang mengandung pesan semangat untuk berbagi," tuturnya.

Untuk kian menggaungkan kampanye “Jangan Mudik”, berbagai produk yang dibuat oleh media masing-masing juga akan dipublikasikan secara simultan. Produk itu dapat digunakan oleh semua media dengan mencantumkan tagar #MediaLawanCovid19.

Hal ini dilakukan untuk menyiasati keterbatasan tenaga, alat dan waktu di tengah situasi Kerja Dari Rumah. Dengan begitu, jumlah konten yang dapat dipublikasikan pun menjadi berlipat ganda.

Pemimpin Redaksi Kabarnusa.com Rohmat, menegaskan, gerakan yang terus digaungkan #MediaLawanCovid19, sudah sepatutnya mendapat dukungan semua pihak, karena ini upaya serius dalam melindungi masyarakat dari paparan virus berbahaya itu.

"Mungkin terasa berat dan sulit ya, karena ini mudik itu menyangkut kebiasaan atau tradisi umat Islam untuk bersilaturhami ke kampung halaman, tetapi keselamatan dan kesehatan, tetap menjadi prioritas," tandasnya.

Untuk itu, dia menghimbau masyarakat dengan penuh kesadaran, bagi yang merencanakan mudik tahun ini, lebih baik ditunda sampai situasi benar-benar pulih, normal yang nanti diumumkan otoritas pemerintah. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi