Putri Koster Harapkan Gerakan PKK Terintegrasi Program Pembangunan

Rabu, 04 Maret 2020 : 23.28
Putri Koster saat menerima kunjungan kerja TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, di Gedung Kerta Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (4/3/2020)
Denpasar - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengajak kaum perempuan di PKK bergerak melakukan harmonisasi, sinkronisasi terintegrasi dengan program-program pemerintah.

Hal itu disampaikan Putri Koster saat menerima kunjungan kerja TP PKK Provinsi Sulawesi Utara, di Gedung Kerta Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (4/3/2020).

Putri mengatakan kehadiran ibu-ibu TP PKK Provinsi Sulawesi Utara akan menghibur dunia pariwisata di Pulau Dewata.

"Kita terlalu panik mendengar kata corona, semoga saja apapun yang terjadi akan ada hikmahnya. Ini kita anggap adalah ujian supaya kita lebih perhatian terhadap kesehatan tentunya lebih guyub lagi," ucapnya.

Kehadiran PKK Sulawesi Utara tentu membawa semangat baru karena betapa pentingnya pergerakan PKK di tengah-tengah masyarakat .

PKK menurut istilah Putri seperti sayap yang akan menerbangkan mengajak masyarakat untuk bersama-sama dapat mewujudkan program program pemerintah daerah masing-masing dalam mengisi segala visi dan misi gubernur maupun bupati hingga kesejahteraan, kesehatan masyarakat dan tentunya kejayaan negeri dapat kita jaga lewat pergerakan PKK.

Dia mengajak PKK bergerak, melakukan harmonisasi, sinkronisasi terintegrasi dengan segala pergerakan yang terkait dengan program-program pemerintah.

Disampaikannya, 10 (sepuluh) Program Pokok PKK itu sudah barang tentu pasti akan ada di dalam program-program pemerintah karena semua terkait.

Seperti terkait karakter budi pekerti anak bangsa, terkait dengan sikap hidup kita, terkait dengan kesehatan, pendidikan, sandang, pangan dan lain sebagainya. Semua pasti akan ada di dalam program-program pemerintah yang bermuara nya adalah masyarakat.

“Kalau kita tidak bergerak, kalau kita hanya diam tidak bergerak, kalau kita tidak menunjukkan eksistensi kita di masyarakat kadang-kadang PKK sudah dipakai candaan di sini," ucapnya.

Disampaikannya ke hadapan ibu ketua dan pengurus PKK dari Provinsi Sulawesi Utara, selain PKK itu menyiapkan kegiatan-kegiatannya untuk mengikuti HKG dan Jambore serta lomba-lomba yang diadakan PKK pusat juga memiliki program-program yang langsung ke masyarakat.

Tentunya tidak keluar dari jalur yang dilombakan yakni ada 9 jenis yang dilombakan yang biasanya ikut pada kegiatan di tingkat nasional, salah satu contohnya ibu-ibu terlibat dalam kegiatan bertema tentang lingkungan hidup.

“Sekarang di Bali ini Gubernur Wayan Koster sedang gencar-gencarnya menangani sampah mulai dari hadirnya Pergub Nomor 97 Tahun 2018 dan tentang Pengurangan Timbulan Sampah Plastik,” papar Putri Koster.

Diterangkannya di Bali sudah betul-betul dilarang 3 produk yang tidak boleh lagi dipakai karena itu memang tidak bisa hancur berabad-abad padahal memproduksinya hanya sekejap mata semisal tas plastik, kemudian sedotan plastik dan yang satu lagi adalah stayrofoam.

“Kalau bahan plastic tersebut itu tertanam di bumi nanti anak cucu yang akan mewarisi bahayanya dan tidak ingin meninggalkan hal seperti itu”, terang Putri Koster.

Dia menambahkan berpuluh-puluh tahun tertanam setiap hari. Bagaimana bumi ini akan menangis nantinya karena tidak bisa memberikan kesuburannya untuk kehidupan masyarakat seperti itu.

Putri menjelaskan Pergub Nomor 47 tahun 2019 yakni mengenai Pengolahan Sampah Berbasis Sumber.

“Karena selama ini Gubernur melihat sudah salah pola penanganannya. Sampah itu kok dipindah, mestinya diolah dan dienyah di sumbernya di mana sampah itu muncul. Selama ini sampah di dibawa ke kabupaten lain, akhirnya numpuk di 1 (satu) kabupaten seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung,” ujar Putri Koster.

Apalagi tempat TPA dekat Bandara (Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai), zaman dulu iya (tidak menjadi masalah-red) tetapi sekarang sudah tidak memadai.

Karena bandara itu adalah lintasan internasional, bagaimana wisatawan kita melihat begitu turun di bandara yang dilihat kok tempat sampah yang baunya minta ampun itu seperti ‘bom waktu’ dan sekarang meledak.

Saat ini permasalahan ini sudah ditangani oleh pemerintah provinsi, terang Putri Koster.

“Kita mendorong pemerintah lewat Pergub itu supaya kepala desa didampingi ketua tim penggerak PKK (tingkat) desa itu menemukan sistem pengolahan sampah berbasis desa. Sumbernya di desa, entah itu ada pasar tradisional, sekolah, sampah rumah tangga, itu harus selesai di desa itu.

PKK Bali memiliki program-program yang terkait dengan lomba-lomba yang diadakan oleh Pusat semisal ada lomba HATINYA PKK. Tujuannya agar halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman itu merata di seluruh halaman rumah penduduk Nusantara.

“Jadi masing-masing provinsi harus mendorong dan mendukung itu, tetapi realita yang ada adalah kita sering tidak ingin repot hanya menyiapkan rumah contohnya saja,” tutup Putri Koster

Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Utara Ny. Rita Maya Dondokambey Tamuntuan menyampaikan tujuannya ke Bali membawa seluruh pengurus tim penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara.

“Provinsi Sulawesi Utara setiap tahun ada kegiatan di luar daerah pada awal tahun triwulan pertama dan untuk tahun ini kami menyelenggarakan di Provinsi Bali. Kalau yang 2 tahun lalu kami di Malang (Jawa Timur) dan di Yogyakarta," ujar Rita.

Bali dipilih karena memang UP2K dan HATINYA PKK sangat baik dan PHBS. Dan akan mengunjungi Desa Sinduwati, Desa Besakih dan Desa Wisata Penglipuran, itu yang akan dijadikan contoh.

“Mudah-mudahan apa yang akan kami dapat di Bali dapat kami bawa pulang ke provinsi kami. Kami tahu urusan UP2K di Bali paling mantap, Dekranasdanya juga paling mantap apalagi PHBS di Desa Penglipuran,” ucap Rita. (riz)

Rekomendasi