Pimpin IMM Buleleng, Damurrosysyi Diminta Tegakkan Integritas dan Ideologi Muhammadiyah

Senin, 02 Maret 2020 : 09.45
Pelantikan Pimpinan Cabang IMM Buleleng sekaligus pelantikan Pimpinan Komisariat Ganesha Buleleng, di Aula Kementerian Agama Singaraja/ist
Singaraja - Immawan Damurrosysyi Mujahidain resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Buleleng Bali periode 2019-2020.

Selain pelantikan PC IMM Buleleng sekaligus pelantikan Pimpinan Komisariat Ganesha Buleleng, di Aula Kementerian Agama Singaraja, Ahad (2/3/2020).

Pelantikan dihadiri Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Buleleng Komang Sumertajaya, Ketua FKUB dan pejabat lainnya.

Hadir Ketua PDM, Ketua PDA, Ketua PDPM, PC Muhammadiyah Gerokgak, PC Muhammadiyah Seririt. Turut hadir, perwakilan organsiasi ekstra kampus organisasi kemasyarakatan pemuda seperti HMI, KAMMI, PII, dan IPM.

Terpilihnya Damurrosysyi sebagai Ketua PC IMM Buleleng, dan Immawati Suci Prafitri Sukatma sebagai Ketua PK IMM Buleleng, diharapkan membawa kepemimpinan baru yaitu terciptanya generasi yang memiliki jiwa integritas sebagai pemimpin.

Selain itu, memiliki pemahaman lebih mendalam terhadap ideologi kemuhammadiyahan, bersinergi dalam membawa perubahan positif di Kabupaten Buleleng.

Kegiatan diisi Stadium General mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Untuk Kepemimpinan Berintegritas” disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah M. Ali Susanto.

Menurut Susanto, integritas kepemimpinan itu bukan sesuatu yang ditawar-tawar. Jika sebuah organisasi dipimpin oleh orang-orang yang tidak berintegritas, tunggulah kehancuran.

Karena, kualitas itu ditentukan kepimpinan. Merevitalisasi gerakan Muhammdiyah dikaitkan munculnya kepemimpinan berintegritas, ibarat memilih pasangan harus ditumbuhkan budaya dan kultur nilai-nilai yang benar.

"Karena apa-apa yang datang dari Tuhanmu itulah kebenaran,” tutur Susanto. Ikrima Maulida sebagai moderator saat pembukaan mengatakan, integritas itu tentang suatu yang lurus, yang benar, yang jujur.

“Besar harapan kepada kepemimpinan yang baru, baik pimpinan cabang maupun pimpinan komisariat agar bisa lebih bersinergi dalam membawa sebuah perubahan dan lebih memaknai secara dalam idelogi kemuhammadiyahan yang sebenar-benarnya," demikian Maulida. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi