Pemprov Bali Intensifkan Penyemprotan Desinfektan di Areal Publik

Kamis, 12 Maret 2020 : 22.23
Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) usai memimpin Rapat Kesiapsiagaan Provinsi Bali dalam menighadapi COVID 19 di Ruang Rapat Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/3/2020)/ist
Denpasar - Pemprov Bali akan lebih mengoptimalkan upaya pencegahan salah satunya dengan mengintensifkan upaya sprayer disinfeksi virus Corona di seluruh daerah Bali. Upaya mencegah penyebaran virus Corona terus dilakukan Pemerintah Provinsi Bali beserta jajaran terkait.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) usai memimpin Rapat Kesiapsiagaan Provinsi Bali dalam menghadapi COVID 19 di Ruang Rapat Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/3).

“Ke depan akan semakin mengoptimalkan pencegahan penyebaran virus corona dengan mengintensifkan upaya sprayer di seluruh Bali,” Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) usai memimpin Rapat Kesiapsiagaan Provinsi Bali dalam menighadapi COVID 19 di Ruang Rapat Prajasabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (12/3/2020).

Upaya sprayer ini akan dilakukan di tempat-tempat umum guna mencegah penyebaran virus mematikan tersebut. Dlam hal ini, upaya kordinasi dengan stakeholder terkait terus dilakukan sebagai bagian dari langkah preventif pencegahan penyebaran Virus Corona.

Selain itu, Pemprov Bali telah membentuk Satgas Penanggulangan Covid 19 yang meliputi lima satuan tugas yaitu satuan tugas kesehatan, satuan tugas area dan transportasi publik, satuan tugas area institusi pendidikan, satuan tugas komunikasi public dan satuan tegas pintu masuk Indonesia.

Satgas ini nantinya akan bertugas secara terpadu untuk menyelenggarakan kewaspadaan dan penanggulangan Covid 19 secara menyeluruh dan melaporkan perkembangan setiap hari sesuai protokol penanggulangan Covid 19.

Sebagai gambaran mengenai data Covid 19 di Provinsi Bali, Wagub Cok Ace menyampaikan sesuai data Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwasanya bahwa hingga saat ini terdapat 50 pasien suspect Covid 19.

Dari 50 pasien tersebut 38 diantaranya sudah dinyatakan negatif, 1 dinyatakan meninggal dan 11 masih menunggu hasil laboratorium.

“Dan terkait satu WNA yang meninggal karena Covid 19 di RSUP Sanglah , Dinas Kesehatan Provinsi Bali sedang melakukan contact tracing dimana pasien sempat tinggal dan pengambilan sampel kepada setiap orang yang sempat kontak dengan yang bersangkutan,” jelasnya didampingi Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa.

Guna penanganan pasien, sejumlah rumah sakit di Bali dipersiapkan seperti RSUP Sanglah Denpasar, RS Sanjiwani Gianyar, RSUD Tabanan dan RSUD Buleleng juga sudah dipersiapkan sebagai rumah sakit yang ditunjuk untuk penanganan Covid 19 di Provinsi Bali.

Turut hadir Kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten / kota se Bali, Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten/kota se Bali, organisasi kepariwisataan. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi