Pagelaran Okokan Kolosal Siap Meriahkan Tanah Lot Art & Food Festival #3

Minggu, 08 Maret 2020 : 20.47
Sekda Tabanan I Gede Susila (tengah bawa mic) saat menyampaikan materi Tanah Lot Art & Food Festival #3 pada jumpa pers yang dilaksanakan di Warung Subak, Tanah Lot
Tabanan - Pagelaran Okokan Kolosal siap meriahkan Tanah Lot Art & Food Festival #3 2020 yang akan digelar Badan pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Tabanan, Bali, pada hari Jum'at 13 Maret 2020 jam 18.00 mendatang.

Sekda Tabanan I Gede Susila mewakili Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mengemukakan hal itu saat menggelar jumpa pers di Warung Subak, Tanah Lot, Tabanan, Bali, Minggu (8/3/2020) sore.

"Pagelaran okokan kolosal dari Desa Pekraman Kediri rencananya akan melibatkan sekitar 950 seniman dan penari dengan menggunakan 350 - 500 unit okokan.

Pagelaran Okokan kolosal yang akan mengusung thema Nangluk Merana ini akan ditampilkan di Pantai Tanah Lot dengan latar belakang Pura Tanah Lot," paparnya.

Menurut Sekda Gede Susila, Nangluk Merana merupakan ritual yang biasa digelar oleh umat Hindu di Bali untuk mengusir bala atau musibah seperti penyakit, hama, bencana dan sejenisnya.

"Melalui pagelaran Okokan Kolosal ini DTW Tanah Lot ingin menyuarakan harapan semoga Tabanan, Bali dan dunia segera mampu melepaskan diri dari wabah virus corona yang saat ini sedang terjadi di sejumlah negara," ujarnya.

Selain pagelaran Okokan Kolosal di hari pertama saat pembukaan, Tanah Lot Art & Food Festival #3 yang mengusung thema utama "Tirta Kamandalu" yang memiliki makna Air suci dari dasar samudra yang menjadi sumber kehidupan, juga akan mengusung sub thema "Boga Bali Lawas" yang akan mengajak wisatawan dan masyarakat untuk mengenal Legenda Kuliner Tabanan yang mulai
ditinggalkan seperti Pepesan telengis, Jukut Roroban, jaje Leburan dan Klepon.

"Tanah Lot Art & Festival #3 ini akan menghadirkan even Klinik Kopi dan Kuliner yang kan memberikan ruang bagi wisatawan dan masyarakat umum untuk belajar menyajikan kopi dan membuat kuliner yang saat ini mulai ditinggalkan tersebut," katanya.

Sekda Gede Susila menegaskan, Bupati Tabanan merupakan tokoh penting dalam Tanah Lot Art & Food Festival #3 karena sebagai pencetus konsep dasar yang menekankan pengembangan potensi daerah terutama budaya dan kuliner yang diharapkan bisa mendukung pengembangan pariwisata di Tanah Lot dan Tabanan pada umumnya yang sempat melemah karena adanya kasus virus Corona.

"Itulah beberapa maksud dan tujuan diselenggarakannya Tanah Lot & Art Festival #3 ini. Satu di antaranya yang paling utama adalah sebagai promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot yang belakangan sempat menurun," katanya berterus-terang.

Menurut Sekda Gede Susila, dalam even Tanah Lot Art & Festival yang akan digelar selama tiga hari ini, pihak panitia selain menampilkan pertunjukan budaya klasik juga akan menampilkan seniman-seniman terbaiok Bali untuk menghibur masyarakat.

Seniman yang akan tampil di antaranya adalah Celekontong Mas, Dwi Mekar Buleleng, Dadong Rerod, Salju Grup, Canging Mas, STI Bali serta penyanyi Dek Ulik, Widi Widiana dan Leeyong Sinatra.

"Untuk kuliner yang sudah terdaftar ada 23 stand yang menyajikan aneka menu mulai nasi lindung base saur, gurame jae lalah, bebek asap, nasi be genyol dan tempong sampai gurame nyatnyat.

Usaha kopi ada enam stand dan usaha jajan Bali ada tiga stand yang menampilkan menu jajan uli dan tape, laklak dan klepon ungu," pungkasnya. (gus)
Bagikan Artikel

Rekomendasi