Moeldoko Sarankan Kongres PMII Ditunda Antisipasi Penyebaran COVID-19

Selasa, 17 Maret 2020 : 22.40
Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko, menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia/ksp
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan RI Dr. Moeldoko meminta Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menunda kongres mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

Hal itu ditegaskan Moledoko saat menerima audiensi PMII di Kantor Staf Presiden Gedung Bina Graha, Jakarta (17/3).

Audiensi bertujuan meminta masukan Moeldoko terkait pelaksanaan Kongres PMII menjelang pelaksanaan kongres pada tanggal 13-17 April 2020 di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang, menjelaskan kongres mengangkat tema Organisasi Maju untuk Peradaban Baru. “Tema dipilih sebagai bentuk dukungan pada pemerintah untuk meyakinkan publik terkait pemindahan ibukota negara yang baru.

"Kongres akan dihadiri 5000 orang dan berharap Presiden dapat hadir,” papar Agus.

Hanya saja, melihat perkembangan dan situasi kasus corona COVID-19 saat ini, PB PMII ingin meminta arahan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko terkait pelaksanaan kongres nasional tersebut. Apakah tetap dilaksanakan atau ditunda.

Atas hal itu, Moeldoko meminta PMII untuk menunda kegiatan yang bersifat massal. Menurutnya langkah tersebut harus dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Melihat situasi dan kondisi yang ada kongres nasional ini sebaiknya ditunda atau dipikirkan ulang," tegas Moeldoko.

Penyebaran virus tersebut bisa dengan mudah menular dengan cepat, sehingga menurutnya, kegiatan yang bersifat massal ditunda sementara sampai semuanya benar-benar aman.

Karena virus ini sangat cepat menyebar dan tidak bisa dideteksi dengan mata telanjang. "Langkah ini juga dilakukan di berbagai negara di dunia yang menghentikan sejumlah kegiatan yang ramai," ungkap Moeldoko.

Sesuai tiga arahan dari Presiden Joko Widodo terkait situasi saat ini di Indonesia. Pertama, supaya mengurangi mobilitas sehingga muncul alternatif belajar, bekerja, dan beribadah di rumah.

Kedua, mengurangi atau meniadakan kerumunan massa. Ketiga, melakukan social distancing/ menjaga jarak untuk menekan angka penularan.

Meski demikian, Moeldoko mengapreasiasi tema yang diusung PB PMII untuk kongres nasional tersebut yang memikirkan tentang Indonesia sekaligus pemindahan IKN.

Kepala Staf Kepresidenan, Dr. Moeldoko, menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia

Rekomendasi