Moeldoko: Demokrasi Indonesia Jangan Hanya Dinikmati Sekelompok Orang

Sabtu, 14 Maret 2020 : 18.57
Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko saat menjadi pembicara kunci Seminar Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942 di Gedung Kemenhan, Jakarta (14/3). Seminar mengusung tema Keunggulan dan Kerukuman Umat Beragam Menuju Indonesia Maju/ksp
Jakarta- Keberhasilan pembangunan demokrasi di Indonesia haruslah dapat dirasakan oleh seluruh rakyat di Tamah Air dan jangan hanya dinikmati sekelompok orang.

Kepala Staf Kepresiden RI Dr. Moeldoko menyampaikan hal itu, saat membuka acara seminar dengan tema Keunggulan dan Kerukuman Umat Beragam Menuju Indonesia Maju pada perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1942, di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta (14/3/2020).

Kata Moeldoko, Presiden Joko Widodo memiliki pemikiran yang jauh ke depan untuk mencapai Indonesia Maju. Indonesia mampu mencapai tingkat persaingan global yang tidak jauh berbeda dengan negara-negara maju.

Untuk mencapai Indonesia Maju, presiden memikirkan dan merumuskan lima hal penting yang harus dilakukan bersama-sama.

Pertama adalah Indonesia yang tidak ada satu pun rakyatnya tertinggal untuk meraih cita-citanya. Setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mencapai harapannya di masa depan sehingga menjadi manusia yang unggul. 

Lanjut Moeldoko, kedua, Indonesia yang demokratis yang hasilnya dinikmati oleh seluruh rakyat. Semua warga negara harus menikmati hasil demokrasi.

"Jangan hanya dinikmati oleh sekelompok orang," tegasnya lagi.

Ketiga, Indonesia yang setiap warga negaranya memiliki hak yang sama di depan hukum. Negara Indonesia berdasarkan hukum sehingga semua diperlakukan sama.

“Tidak mengenal hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” tegas Moeldoko.

Keempat, Indonesia yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kelas dunia. Indonesia memiliki kemampuan ilmu dan teknologi yang sejajar dengan negara-negara maju.

Terakhir atau yang kelima, Indonesia yang mampu menjaga dan mengamankan bangsa dan negara dalam dunia yang semakin kompetitif.

Menurut Moeldoko, Indonesia berada dalam lingkungan global yang terus berubah cepat dan banyak fenomena yang terjadi dengan berbagai risiko yang kompleks.

Tidak ada perubahan yang tak membawa kompleksitas. Indonesia harus mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Indonesia  bisa menjadi pemimpin dunia karena kaya akan sumber daya nasional dan sumber daya manusia yang kompetitif dengan negara lain.

Negara- negara maju saat ini pada dasarnya relatif tidak memiliki sumber daya nasional yang memadai. Namun, negara yang tumbuh pesat seperti Korea Selatan dan Cina memiliki manusia-manusia yang unggul.


“Saya membayangkan, Indonesia memiliki sumber daya nasional dan manusia-manusia  yang unggul. Kita bisa menjadi pemimpin dunia di masa depan. Semua sumber daya ada di Indonesia,” paparnya.



Situasi terakhir ini, kata Moeldoko, fenomena yang mengejutkan dunia adalah merebaknya kasus virus corona COVID-19.

Dampak dari pandemi membuat perubahan yang luar biasa. “Semua perencanaan ekonomi berubah total dan dampak-dampak di sektor lainnya. Peristiwa ini membawa kompleksitas yang luar biasa.

"Sungguh kita tak pernah memprediksikan sebelumnya. Kita pernah dilanda virus SARS dan virus burung H1N1, tapi tak seperti corona ini yang begitu menggoncang dunia,” papar Moeldoko. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi