Media dan Pengguna Medsos Diminta Sebar Berita Positif Soal Covid-19

Sabtu, 14 Maret 2020 : 06.30
Koordinator Asosisasi Media Siber Indonesia (Korwil AMSI) untuk Jawa, Bali dan Nusa Yatimul Ainun/Times Indonesia
Malang- Kalangan media dan pengguna media sosial di Tanah Air agar bersama-sama mengawal pemberitaan tentang virus corona covid-19 dengan menebar berita positif dan tidak memicu kepanikan di masyarakat.

"Mari media di Indonesia dan pengguna media sosial tidak menyebarkan berita bernuansa negatif yang membuat masyarakat fanik soal virus Corona (Covid-19)," ujar Koordinator Asosisasi Media Siber Indonesia (Korwil AMSI) untuk Jawa, Bali dan Nusa Yatimul Ainun dalam siaran pers, Jumat (13/3/2020).

Menurutnya, media bisa bersama-sama mengulas informasi dan tulis berita soal Covid-19 dengan kemasan yang sangat memberikan semangat dan tidak membuat orang panik dan takut. Tapi tetap menjaga kesehatan dan kebersihan diri.
"Tulislah informasi atau berita di media dan media sosial yang bersifat humanisme. Hal itu yang harus ditonjolkan," tandas Ainun, Pimred Timesindonesia.co.id

Media bisa menginformasikan dan memberitakan soal kerja keras para tenaga medis yang bekerja keras tak kenal waktu di garis depan, jauh dari keluarga bahkan kadang harus rela meregang nyawa demi membantu korban.

Jangan kaitkan dan membuat narasi soal virus corona dengan agama tertentu.  Pemerintah daerah dan pusat diharapkan bersinargi. Jangan malah bertindak yang membuat masyarakat takut dan panik.

"Mari bersama-sama menjadi relawan bagaimana bisa membantu memikirkan kondisi korban dan bagaimana cara menangkal virus corona segara bisa dibasmi," ajaknya.

Pihaknya mengingatkan, agar berhati-hatil menulis data dan informasi yang diterima. Cek kebenarannya. Cek fakta yang sebenarnya. Jangan mudah disebarkan. Sebarkan berita yang memberikan semangat pada publik.

"Saatnya media dan pengguna media sosial di Indonesia untuk mengulas berita atau informasi yang bernilai humanisme untuk disebarkan ke publik. Bukan membuat berita yang hanya mencari sensasi dan menebar ketakutan bagi publik," demikian Ainun.(rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi