Masuk ke Bali, Wisman Korea Selatan Jalani Pemeriksaan Khusus

Selasa, 10 Maret 2020 : 06.13
Penumpang penerbangan rute internasional dari Korea Selatan yang memasuki Terminal Kedatangan Internasional diharuskan melalui jalur pemeriksaan khusus di Bandara Ngurah Rai/ist.
Mangupura - Bandara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai melakukan pemeriksaan khusus terhadap wisatawan yang datang dari tiga negara Korea Selatan, Italia dan Iran.

Langkah itu guna mengantisipasi potensi penyebaran Virus Corona (COVID-19) melalui penumpang rute internasional, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

Kebijakan penanganan khusus terhadap penumpang yang berasal dari negara-negara terdampak seperti dilakukan pada Senin (9/3/2020). Penumpang penerbangan rute internasional dari Korea Selatan yang memasuki Terminal Kedatangan Internasional diharuskan melalui jalur pemeriksaan khusus.

Saat masuk jalur pemeriksaan ini, personel Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar (KKP) akan memeriksa kondisi fisik dari para penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan.

Personel dari KKP akan melakukan pemeriksaan dengan thermal scanner terhadap penumpang yang baru turun dari penerbangan yang berasal dari Negeri Gingseng itu.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado mengungkapkan, penumpang diwajibkan mengumpulkan Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan/HAC).

Kami sendiri juga telah menyiapkan parking stand khusus untuk pesawat asal Korea Selatan, serta jalur pelayanan keimigrasian khusus, conveyor belt khusus.

"Jalur kepabeanan khusus untuk penumpang yang baru turun dari pesawat yang berasal dari Korea Selatan. Semua ini terlaksana berkat koordinasi lintas instansi komunitas bandar udara,” ujar Herry dalam siaran pers.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri mengeluarkan kebijakan terkait perkembangan penyebaran COVID-19 di dunia, di mana terdapat tiga negara yang mengalami lonjakan drastis dalam hal kasus pasien yang terdiagnosa positif tertular virus ini, yaitu Iran, Italia, dan Korea Selatan.

“Saat ini, rute penerbangan langsung dari tiga negara tersebut yang kami layani adalah yang berasal dari Korea Selatan," katanya.

Pihaknya setiap hari, melayani enam penerbangan untuk rute direct dari dan ke Bandar Udara Incheon di Seoul, yaitu dua dari Garuda Indonesia dan empat penerbangan dari Korean Air.

Langkah ini diambil, setelah berkoordinasi dengan berbagai instansi, untuk mengantisipasi potensi penyebaran Virus Corona melalui penumpang yang berasal dari Korea Selatan.

Lewat kebijakan dikeluarkan 5 Maret lalu tersebut, disebutkan empat butir kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona di Indonesia.

Disebutkan, pertama, penumpang berkewarganegaraan Iran, Italia, Korea Selatan dan penumpang berkewarganegaraan lain dalam masa 14 hari terakhir pernah mengunjungi wilayah Tehran, Qom, dan Gilang di Iran; wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmont di Italia, serta kota Daegu dan provinsi Gyeongsanbuk-do di Korea Selatan; akan ditolak izin masuk atau transit ke wilayah Indonesia, termasuk Bali.

Kedua, penumpang yang pernah mengunjungi Iran, Italia, dan Korea Selatan di luar wilayah yang disebutkan tersebut, diwajibkan untuk dapat menunjukkan surat keterangan sehat atau _health certificate yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan berwenang di ketiga negara tersebut.

Ketiga, para penumpang tersebut juga diwajibkan untuk mengisi dan mengumpulkan _Health Alert Card (Kartu Kewaspadaan Kesehatan/HAC).

Sedangkan yang keempat, bagi WNI yang pernah melakukan perjalanan dari ketiga negara tersebut, terutama dari wilayah yang disebutkan, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan di bandara tujuan.

Kebijakan yang dikeluarkan Kemenlu ini juga berlaku bagi cabin crew tiap-tiap maskapai. Jika ditemukan penumpang suspect virus ini, disiapkan ruang pemeriksaan lanjutan.

"Jika dipandang perlu, dirujuk ke rumah sakit rujukan. Kami telah siapkan mobil ambulance, dibantu pula ambulance dari TNI AU dan KKP,” jelas Herry.

Untuk jalur yang dilewati oleh penumpang yang masuk dalam kategori tersebut, langsung melakukan proses desinfeksi sebagai wujud eskalasi langkah pencegahan.

Selain di Terminal Kedatangan Internasional, kami juga menerapkan langkah pencegahan ini di Terminal Kedatangan Domestik, dengan menempatkan jalur pemeriksaan penumpang sebanyak 4 jalur serta 1 jalur di jalur transit.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan thermometer infrared. Khusus untuk hal ini semua, kami beserta TNI AU dan KKP akan melakukan penambahan personel untuk mengawaki pemeriksaan penumpang demi mencegah penyebaran Virus Corona di Bali. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi