Malang Bersatu Lawan Covid-19 Rancang Bilik Penyemprot Desinfektan Otomatis

Minggu, 22 Maret 2020 : 06.41
Danrem Zainuddin menyerahkan SarCovid Booth, bilik penyemprot desinfectan otomatis, kepada Bupati Malang HM. Sanusi, di Pendapa Pemkab Malang, Jatim, (21/3/2020)/ist.
Malang - Alat otomasi untuk penyemprotan desinfektan berhasil dibuat oleh relawan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC) ini yang dipimpin langsung Danrem 083/Bhaladika Jaya Kolonel Inf Zainuddin.

Alat tersebut dibuat untuk membantu masyarakat yang ingin membunuh Covid-19 secara mandiri dengan desinfektan. Danrem Zainuddin menyerahkan SarCovid Booth, bilik penyemprot desinfectan otomatis, kepada Bupati Malang HM. Sanusi, di Pendapa Pemkab Malang, Jatim (21/3/2020).

"Semoga SarCovid ini bermanfaat bagi pemkab Malang. Ini adalah sumbangsih kami untuk pemkab," ucap Kolonel Zainuddin yang juga inisiator alat ini.

Caranya mudah, tinggal masuk ke booth, desinfektan berupa uap mengucur sendiri ke seluruh badan, tangan, sampai kaki. Pas untuk menghilangkan virus secara mandiri dalam jumlah besar.

Ia menyebut, dalam diskusi relawan pada 16 Maret 2020 lalu, ada yang berinisiasi untuk membuat alat yang bisa dipakai secara mandiri. Lalu relawan menemukan ide booth mandiri penyemprot desinfectan.

Danrem pun memberikan beberapa inspirasi. Salah satunya bilik otomatis yang banyak dibuat di Vietnam. Dari sejumlah ide yang masuk, mereka langsung membuat dan melakukan ujicoba.

Sehari kemudian tim langsung memproduksi prototype bilik otomatis penyemprot desinfectan ini. "Alhamdulillah dalam sehari (17 Maret 2020, red) prototipenya jadi. Akhirnya setelah kita ujicoba kita luncurkan perdana di TIMES Indonesia," jelas Danrem.

Kantas apa yang dimaksud SarCovid? Kiagus Firdaus, relawan dari Jaring Mitra Indonesia TI mengatakan, alat inisiasi Danrem 083/Bdj ini merupakan sumbangsih para relawan untuk bangsa.

Relawan juga telah membuat beberapa alat serupa untuk diberikan ke sejumlah instansi. Salah satunya di Pemkab Malang.

Pihaknya mendedikasikan alat ini untuk bangsa yang sedang dirundung duka dengan wabah Corona ini. SarCovid Booth ini akan diproduksi masal dan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis.

Seperti lembaga pendidikan, kantor pemerintahan, mal dan sebagainya. "Doakan kita berikan gratis dengan melibatkan sahabat-sahabat kami yang turut dalam proyek sosial ini," ucap Kia.

Karena itu, ia mengajak semua pihak turut membantu negara untuk mengatasi problem Covid-19 ini. Apalagi ini sudah menjadi bencana nasional seperti yang telah ditetapkan presiden.

’’Seperti pesan presiden, jika kita bersama-sama, bergotong royong pasti kita bisa mengatasi masalah ini. Di sini kami sudah memulai, maka kita tularkan semangat gotong royong ini di tempat lain. Tentu tetap harus menjalankan protokol yang ditetapkan pemerintah,’’ ucap Kia.

Menurut Kia, nama SarCovid sendiri muncul berasal dari SAR (Search and Rescue) dan Covid. Di mana SAR merupakan tim pejuang dalam berbagai bencana. SarCovid Booth juga bisa diartikan sebagai tempat untuk self protection from corona (proteksi mandiri anti Corona).

16 Liter Bisa untuk 1.000 Orang, Produksi Libatkan UKM Bengkel Las

Fajar, salah satu teknisi SarCovid Booth, mengatakan, saat ini tim produksi terus meneruma permintaan dari banyak pihak. Posko relawan juga banyak menerima permintaan alat ini.

’’Teman-teman relawan sangat bersemangat. Apalagi ini sangat dibutuhkan masyarakat yang sedang ketakutan dengan Covid-19 ini,’’ ujarnya.

Berapa kapasitas SarCovid Booth ini? Fajar menjelaskan, jika diisi penuh 16 liter, maka alat ini bisa menyemprot sekitar 1000 orang. ’’Sudah kita ujicoba di Lapangan Rampal Jumat kemarin saat diluncurkan Pak Danrem,’’ ujar Fajar.

Dengan penambahan tabung dan sprayer lagi, alat ini bisa digunakan secara masal. Bahkan jika tabungnya diperbesar atau dibuat terpisah bisa meyemprot otomatis puluhan ribu orang.

’’Semoga bermanfaat bagi lembaga yang memiliki jumlah banyak seperti pesantren, sekolah, kampus yang penghuninya ingin memproteksi mandiri dari virus,’’ jelas Fajar. Untuk produksinya, sesuai arahan Danrem 83, tim melibatkan UKM bengkel las yang ada di semua daerah. ’

’Keinginan Pak Danrem kan UKM las yang sekarang sepi order, maka tim relawan ini memberikan order mereka. Jadi ada kerjaan mereka. Satu dua tiga pulau terlampauilah. Itu keinginan mulia Pak Danrem,’’ kata Fajar.

Karena SarCovid Booth ini proyek sosial, maka tim relawan akan memberikan tutorial bagi siapa saja yang ingin membuatnya. ’’Ini open source. Untuk kebaikan bersama, tim relawan siap mengajari caranya,’’ ujar Zainuddin. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi