Lawan Corona, Warga Duda Timur Bergotong Royong Bikin Bilik Sterilisasi

Senin, 30 Maret 2020 : 07.01
Bilik sterilisasi ini, dilengkapi tangki untuk menyimpan disinfektan dengan kapasitas 520 liter/ist.
Amlapura - Perbekel Duda Timur, Selat, Karangasem I Gede Pawana membuat gebrakan dengan menyiapkan biliki sterlisiasi dalam mengantisipasi penyebaran virus corona COvid-19.

Peria yang akrab dipanggil Guru Gede membuat bilik sterilisasi, yang masih tahap ujicoba yang dipasang di areal pintu masuk Kantor Desa Duda Timur, Minggu (29/3/2020).

Bilik dengan tinggi 4 meter dan lebar 2 meter memakai kerangka aluminium. Pada bagian dinding menggunakan plastik tembus pandang atau plastic bening. Dengan demikian, ketika orang didalam bilik sedang disemprot disinfektan akan terlihat dari luar.

Dalam bilik ini dilengkapi saklar, saklar ini berpungsi untuk menghidupkan dan mematikan pompa yang akan menyemprotkan cairan disinfektan. Cairan tersebut tersimpan dalam sebuah tangki dan di semprotkan melalui dua alat penyemprot yang dipasang di bilik tersebut.

“Awalnya kami mau membeli, hanya saja harus pesan dari luar Bali dan harganya cukup mahal sekitar 18 juta,” sebutnya.

Lantaran cukup mahal, dia berinisiatif membuat sendiri Pawana sempat menunjukan kepada beberapa staf bagimana bilik tersebut bekerja. Dijelaskan, bilik ini, dilengkapi tangki untuk menyimpan disinfektan dengan kapasitas 520 liter.

Selaian itu, ada juga satu mesin pompa sehingga total menghabiskan biaya Rp 7 juta. Untuk satu liter disinfekta bisa untuk menyemprot 10 sampai 15 orang. Dan dengan tangki berisi penuh penggunanya alat ini bisa menjangkau ratusan orang.

Dia ingin membuat lagi bilik seperti ini dan akan dipasang di Pasar Pesangkan. Alat seperti ini akan sangat membantu di areal publik dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Nantinyam warga masyarakat atau pedagang mendapatkan semprotan dininfaktan sebelum dan sesudah masuk pasar. "Semoga ini, bisa mengurangi mewabahnya Covid 19 atau Virus Corona," harap Pawana.

Diakuinya, untuk membuat bilik sterilisasi masih membutuhkan anggaran. Dia berharap alat temuanya tersebut juga memberikan inspirasi desa desa lainya agar bisa dipasang di depan kantor desa atau jalan desa atau area publik lainnya. (nik)
Bagikan Artikel

Rekomendasi