Kementerian Kominfo Ajak Pelajar Stop Sebarkan Hoax Soal Virus Corona

Sabtu, 07 Maret 2020 : 16.49
Direktur Informasi dan Komunikasi Pemberdayaan IKP Kementerian Kominfo Wiryanta saat membuka forum diskusi publik di Aula Kantor Disdikpora Bali
Denpasar - Para pelajar dan generasi muda diminta membantu pemerintah dalam mencegah kepanikan masyarakat dengan tidak menyebarkan kabar bohong atau hoax terkait virus corona.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pemberdayaan IKP Kementerian Kominfo Wiryanta menyatakan, sejak dua WNI dinyatakan positif mengidap virus corona, masyarakat dilanda kecemasan akan penyebaran virus tersebut.

Karena itu, Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya mencegah terjadinya kepanikan masyarakat dengan memberikan edukasi tentang virus tersebut secara benar.

"Bapak Presiden sudah pernah mengatakan pada waktu menyampaikan dua orang yang terpapar virus corona dan sebagainya, ini sebetulnya sudah dijelaskan tetapi begitu diumumkan terjadi kepanikan macam-macam," ujar Wiryanta usai membuka Forum Diskusi Publik dengatema mplementasi Informasi Ramah Anak dalam Mewujudkan Kota Layak Anak di Aula Disdikpora Bali, Denpasar Sabtu (7/3/2020).

Kondisi itu yang perlu dicermati bahwa sebetulnya ada yang lebih berbahaya daripada virus itu sendiri yakni kepanikan masyarakat.

Perlu diketahui, orang yang terpapar virus corona itu, bisa disembuhkan dengan upaya yang terus menerus. Disebutkan, orang yang terpapar virus corona atau convid -19 bisa sembuh atau prosentase kesembuhan 94%.

Jadi, bisa disembuhkan sedang tingkat kematiannya juga rendah sekali sekitar 3 sampai 4 persen. Hanya saja, justru yang membuat kecemasan kepada masyarakat itu bukan virusnya melainkan kabar bohong atau hoax atau hal-hal yang semacam itu, yang disampaikan segelintir orang.

Oknum-oknum penyebara kabar bohong sengaja membuat kegaduhan di tengah-tengah masyarakat. Jadi, kata Wiryanta, inti masalahnya di sana.

"Makanya kami ke sini, bersama-sama Dinas Infokom dan Badan Pusat Statistik Provinsi Bali untuk menyampaikan, bahwasanya hal-hal yang berkenaan dengan pencegahan convid 19 dengan suasana dan rasa gembira bukan kepenakikan, terutama saat berhadapan anak-anak kaum muda," imbuhnya dalam acara yang dihadiri ratusan pelajar itu.

Itulah sebetulnya, persoalan yang hendak disampaikan kepada generasi muda. Bagaimana mereka memperhatikan menjaga dan memperhatikan kesehatan.

Hal itu dimulai kedisiplinan sendiri seperti mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, itu salah satunya. Kemudian istirahat yang cukup dan menjaga kesehatan dengan makan makanan yang bergizi.

"Dengan mensosialisasikan hal-hal semacam itu sudah memberikan ketenangan kepada masyarakat, kita mengajak kepada seluruh komponen bangsa terutama pemerintah pemerintah daerah provinsi kabupaten kota itu melakukan aktivitas yang nyata, tunjukkanlah kepada rakyat atau masyarakat," tambahnya.

Ditegaskan, sejatinya masyarakat hanya perlu waspada dan bukan kecemasan kepanikan berlebihan.

Sebaaimana dia melihat sendiri kondisi di Bali, pemerintah, komponen masyarakat lainnya sungguh-sungguh dalam upaya pencegahan dan penyebaran virus corona. Sendi sendi ekonomi di Bali, kata dia tetap bergerak meskipun terjadi penurunan jumlah kunjungan wisman asal Cina.

"Itu kuncinya, bagaimana ramah anak ini kami datang memang tema besarnya untuk kota layak anak namun ada juga tema-tema lainya yakni mencegah virus covid-19," imbuhnya.

Selain itu, juga penting ditekankan, yakni Indonesia gerakan bersih dan sehat dalam rangka juga sebetulnya untuk menuju manusia Indonesia yang unggul itu.

Intinya kalau untuk ramah anak ini informasi terutama memberikan anak-anak itu informasi-informasi yang menyejukkan terutama dalam rangka apa yang mereka melakukan.

Pihaknya terus melaksanakan literasi digital anak-anak itu diberi pemahaman mengenai hak-hak dasarnya hak dasar yakni pendidikan dan kesehatan.

Direktur Informasi dan Komunikasi Pemberdayaan IKP Kementerian Kominfo Wiryanta (kiri) didampingi Kabid Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Bali IB Ludra
Kementerian Kominfo mendorong pemerintah baik pusat maupun daerah itu memenuhi hak dasar anak-anak tersebut. "Menurut informasi yang saya dapat, sebetulnya hampir semua kabupaten kota yang di Bali itu sudah karena standar kota ramah anak," imbuhnya lagi.

Dalam kesempatan sama, mawakili Kadis Kominfo Bali Gede Pramana, Kabid Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Bali IB Ludra menyatakan, meskipun Bali terkena dampak virus corona namun tidak sebesar apa yang dibayangkan orang.

"Tidak sebegitu ngerinya, Bali ini dengan kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah bawa Bali itu masih aman dan layak untuk dikunjungi," tegas Ludra. Pihaknya di Diskominfo Bali hampir setiap pekan selalu melakukan kegiatan di Tabanan literasi digital dan literasi media.

Pasalnya, data kepolisian atas 92% informasi yang berkembang itu berada di media sosial. Jadi, ini pemahaman bagaimana mereka harus bisa mengkaji informasi itu jadi benar dengan membaca berpikir membandingkan itu benar baik.

Penggunaan media sosial hampir 80% yang aktif itu termasuk usia produktif termasukm pelajar kaum milenial.

Oleh karena itu, dilakukan kita sosialisasi dan literasi digital, bijak bermedsos dan lawan hoaks, dengan bekerjasama lembaga atau instransi-instansi seperti OJK hingga ibu-ibu PKK tokoh masyarakat tokoh pemuda lainnya seluruh Bali. (rhm)

Rekomendasi