Kekurangan Ruang Kelas, Siswa SDN I Bugbug Belajar di Bedeng

Jumat, 06 Maret 2020 : 19.15
Kondisi bedeng tempat sebagiam pelajar SDN 1 Bugbug belajar menimba ilmu
Amlapura - Lantaran kekurangan ruang kelas sehingga siswa siswi SDN 1 Bugbug Kabupaten Karangasem Bali belajar di bedeng atau ruangan darurat yang kurang layak.

Anggota DPRD Karangasem asal Bugbug Komang Mustika Jaya menyoroti kondisi SDN 1 Bugbug yang sebagian anak didiknya belajar di bedeng atau ruangan darurat yang kurang layak.

Mustika dan pihak sekolah sudah mengusulkan ke Disdikpora Karangasem agar dibagun ruang kelas. Namun sampai saat ini belum terealisasikan. Tahun 2019 dana aspirasi sudah dibawa kesana senilai Rp 100 juta.

Diketahui anak anak terpaka belajar di bedeng karena kurang ruang kelas. Mereka terpaksa belajar di bedeng. Ini karena ada satu kelas kekurangan ruangan.

Untuk khusus anak kelas III cukup banyak sehingga mestinya ada dua kelas. Sedangkan yang dibutuhkan kelas tambahan lagi dua kelas. Hanya saja sampai saat ini belum ada pembagunan ruang kelas baru.

Saat ini terpaksa siswa belajar dibawah Bedeng dengan atap seng. “Kondisinya sangat tidak layak,” ujar Mustika Jaya anggota Fraksi Golkar DPRD Karangasem. yang menyempatkan diri berkunjung ke sekolah tersebut untuk melihat kondisinya.

Bedeng tempat anak kelas I belajar tersebut berlantai semen kasar. Ketika musim hujan terkadang bocor. Belum lagi kalau hujan jatuh bunyi seng cukup keras sehingga mengganggu konsentrtasi anak anak.

Mestinya kurang dua kelas, anak kelas I dan anak kelas III. Saat ini, anak kelas I belajar di Bedeng sedangkan anak kelas III ada ruangan yang dibagi dua agar mencukupi. Sehingga anak anak juga belajar harus berdesak desakan.

“Kami berharap Pemkab Karangasem melalui Disdikpora agar dibuatkan ruang kelas baru, agar anak anak bisa belajar dengan nyaman,” ujarnya. Mustika yang Bandahara Partai Golkar Karangasem ini mengakui kalau sudah di usulkan namun sampai saat ini belum terealisasi.

Diakuinya, Kadisdikpora Karangasem sudah mendapat laporan soal itu dan akan berupaya membuat kelas tahun 2021 mendatang. Hanya saja saat ini masih menunggu penghapusan asset.

Karena rencana kelas akan dibagun di bekas Mess Guru. Mes ini akan di hapus kemudian dibagun ruang kelas. "Mess guru sendiri sudah rusak, anak anak belajar di Bedeng sudah terjadi sejak tiga tahun lalu,” tambahnya.

Kadisdikpora Karangasem Gusti Ngurah Kartika mengaku belum menerima usulan terkait kondisi SDN 1 Bugbug. Sementara tahun 2019 ini sekolah tersebut sudah mendapat bantuan pagar sekolah. Sedangkan untuk ruangan belum ada usulan.

Meski demikian pihaknya sudah memerintahkan Kabid yang membidangi untuk mengecek kondisi sekolah tersebut. “Kalau usulan sudah mungkin Pak Kadis lupa,” ujar Mustika sembari berharap ke depan sekolah bisa mendapat tambahan ruang belajar. (nik)
Bagikan Artikel

Rekomendasi