Kapolres Karangasem Pimpin Mediasi Persoalan Tapal Batas Dua Desa Adat

Jumat, 20 Maret 2020 : 00.00
Kapolres Karangasem didampingi Wakapolres Karangasem, Kelian Desa Adat Jasri I Nyoman Mawi dan Tomas Jasri I Nyoman Putra Adnyana berupaya menenangkan warga/ist.
Amlapura - Kapolres Karangasem Ni Nyoman Suartini, memimpin langsung pengamanan dan upaya mediasi permasalahan tapal batas antara Desa Adat Jasri dengan Desa Adat Perasi.

Suartini beserta Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto terus melakukan penyekatan di lokasi perbatasan Banjar Sampyang yang merupakan perbatasan antara Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi, Kabupaten Karangasem, Kamis (19/3/2020).

Personil Polres Karangasem melakukan pengamanan dan penyekatan di lokasi perbatasan Banjar Sampyang untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan saat terjadi konsentrasi massa sekira 1.5000 orang.

Di lokasi perbatasan Banjar Sampyang Warga Desa Adat, warga menyampaikan aspirasinya.

Kapolres Karangasem didampingi Wakapolres Karangasem, Kelian Desa Adat Jasri I Nyoman Mawi dan Tomas Jasri I Nyoman Putra Adnyana berupaya menenangkan warga.

Masalah tersebut, akan dimediasi di Polres Karangasem antara Prajuru Desa Adat Jasri dengan dengan Prajuru Desa Adat Perasi bersama Majelis Desa Pekraman Kabupaten Karangasem.

Mendengar penjelasan tersebut pukul 12.40 Wita warga masyarakat Desa Adat Jasri membubarkan diri untuk kembali ke Balai Masyarakat dan sampai saat ini situasi kondusif.

Kapolres Karangasem menyampaikan pesan Kamtibmas mengajak prajuru dan warga untuk turut berpera aktif menjaga stabilitas Kamtibmas diwilayah hukum Polres Karangasem.

"Apabila ada permasalahan menyangkut tapal batas antar desa duupayakan kordinasi dan komunikasi secara terus menerus dengan baik pasti ada solusinya," ucap Kapolres Suarniti.

Pihaknya memberikan kepercayaan kepada Kelian Adat, Bendesa,Tokoh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bijak dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

Jika nantinya dalam dalam proses mediasi ada indikasi ke ranah pidana dengan bukti yang cukup agar segera melaporkan kepada pihak berwenang dalam hal ini kepolisian.

"Hindari adanya provokasi dari pihak - pihak tertentu yang dapat memecah belah persatuan antara desa adat," pinta Kapolres. (rhm)

Rekomendasi