Hari Nyepi, Bandara Ngurah Rai Stop Penerbangan Selama 24 Jam

Senin, 23 Maret 2020 : 15.58
Selama penghentian operasional bandar udara tersebut, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali tidak melayani penerbangan baik rute domestik maupun internasional/ist
Mangupura – Selama Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1942/2020 Masehi, yang jatuh pada Rabu, 25 Maret 2020 aktivitas operasional Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali dihentikan.

Penghentian operasional bandar udara akan dilaksanakan selama 24 jam, terhitung mulai dari Rabu, 25 Maret 2020 pukul 06.00 WITA.

"Kami akan beroperasi secara normal kembali pada Kamis, 26 Maret 2020 pukul 06.00 WITA," General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, dalam siaran pers, Senin (23/3/2020).

Selama penghentian operasional bandar udara tersebut, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali tidak melayani penerbangan baik rute domestik maupun internasional.

Pihaknya akan menghentikan seluruh kegiatan operasional kebandarudaraan selama 24 jam secara penuh.

Baik penerbangan rute domestik dan internasional akan sementara dihentikan untuk menghormati ummat Hindu di Bali agar dapat melaksanakan ibadah secara khusyuk pada Hari Raya Nyepi.

“Seluruh maskapai yang beroperasi dengan penerbangan berjadwal telah melakukan penyesuaian, tentunya dengan tidak melakukan penjualan tiket penerbangan dari dan ke Bali,” sambung Herry.

Selama 24 jam pemberhentian operasional kebandarudaraan, terdapat sedikitnya 386 jadwal penerbangan yang tidak beroperasi. Dari data tersebut, 272 penerbangan merupakan rute domestik, sedangkan 114 penerbangan adalah rute internasional.

Maskapai Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah penerbangan terbanyak yang tidak beroperasi, dengan total penerbangan sebanyak 78 penerbangan. Lion Air dan Indonesia AirAsia menyusul dengan masing-masing 57 dan 52 penerbangan.

Untuk rute domestik, penerbangan dari/ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Jakarta menjadi rute dengan jumlah penerbangan tidak beroperasi terbanyak, yaitu dengan jumlah 107 penerbangan.

Kemudian rute dari/ke Bandar Udara Internasional Juanda (SUB) di Surabaya dan Bandar Udara Internasional Lombok Praya (LOP), masing-masing dengan 32 dan 22 penerbangan.

Untuk rute internasional, tiga besar rute dengan jumlah penerbangan yang tidak beroperasi adalah rute dari/ke Bandar Udara Internasional Changi (SIN) di Singapura dengan 34 penerbangan, serta Bandar Udara Internasional Perth (PER) dan Bandar Udara Internasional Melbourne (MEL) di Australia, dengan masing-masing 12 dan 10 penerbangan.

Herry mengungkapkan, sebelumnya, telah berkoordinasi dengan Airnav terkait pengaturan jadwal penerbangan.

Notice to Airmen_ atau NOTAM dengan Nomor A4678/19 NOTAMN yang berisi pemberitahuan kepada seluruh maskapai penerbangan dan bandar udara di terkait penghentikan sementara operasional penerbangan selama pelaksanaan Nyepi, selama 24 jam.

Di samping berdasarkan NOTAM Nomor A4678/19 NOTAMN yang dikeluarkan pada 20 Desember 2019 tersebut, penghentian operasional bandar udara selama Hari Raya Nyepi tersebut berlandaskan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU/2696/DAU/223168/1796/99 tanggal 1 September 1999 tentang Pengoperasian Bandara Ngurah Rai Bali pada Hari Raya Nyepi.

Ditegaskan Herry, bersama stakeholder lain tetap menempatkan personel yang bersiaga untuk melayani penerbangan yang bersifat darurat, seperti pendaratan darurat atau emergency landing dan evakuasi medis.

"Sebanyak lebih dari 350 personel lintas unit telah kami siapkan, termasuk personel dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebanyak 20 personel,” lanjutnya.

Diungkapkan Herry, saat ini dunia sedang dicoba melalui pandemik COVID-19 atau Virus Corona. Hampir semua lini kehidupan terkena imbasnya, termasuk di dunia penerbangan. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi