Gubernur Koster: Paiketan Yowana Berperan Penting Jaga Eksistensi Desa Adat

Selasa, 10 Maret 2020 : 22.28
Denpasar - Persatuan para yowana atau anak muda Bali menjadi Paiketan Yowana memiliki peran penting karena mereka diharapkan akan menjaga eksistensi desa adat di Pulau Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster menyatakan itu, saat menerima audiensi Panitia Pembentukan Paiketan Pasikian Yowana Desa Adat Bali di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (10/3/2020).

Persatuan para yowana atau anak muda Bali ini akan melaksanakan pengukuhan pengurus yang dibentuk untuk pertama kalinya dalam sejarah pada tanggal 3 April mendatang, bertempat di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Art Centre, Denpasar.

Koster mendukung sebagai langkah besar untuk menyatukan para anak muda di Bali dalam bentuk badan yang terstruktur dan terorganisir dengan baik Semua itu dalam satu rumah besar yakni desa adat sesuai dengan penerapan Perda Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat.

Kata Koster, Paiketan Yowana ini, bagus sekali sebagai bagian dari usaha untuk menjaga dan memperkuat eksistensi desa adat, memperkuat nilai-nilai kearifan lokal di Bali yang sudah dibangun penglingsir (tetua, selama ratusan tahun.

"Apa-apa yang baik harus kita teruskan, sebagai sesuatu yang genuine dan original, yang tumbuh di Bali," tandasnya. Ke depan kegiatan-kegiatannya pasti disupport, bersinergi pula dengan program-program Pemprov Bali, dengan Perda dan Pergub yang telah dihasilkan.

Sebut saja, mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pengolahan sampah berbasis sumber, hasilnya saya yakin akan lebih efektif. Karena bersentuhan langsung dengan unsur masyarakat.

Anak muda yang bisa kita sebut ‘milenial-nya desa adat’ ini bisa menjadi pelopor dan percontohan bagi anggota masyarakat lain,” ujar Gubernur Koster.

Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus I Ketut Bagus Putra menyampaikan bahwa sesuai arahan bapak Gubernur dan implementasi dari Perda No 4 Tahun 2019, maka Paiketan Pasikian Yowana Desa Adat Bali ini akan segera dikukuhkan dan persiapannya sudah dilakukan sejak akhir Januari lalu.

“Ini adalah momen bersejarah karena untuk pertama kalinya, para yowana di desa adat akan mempunyai suatu wadah yang terukur dan terstruktur,” menurut Bagus putra.

Hal itu sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kami mengambil bagiannya Jana Kertih sebagai landasan tema, yakni turut serta ambil bagian untuk meningkatkan kualitas SDM teruta para pemuda di lingkup desa adat.

Dikatakan, nantinya akan dikukuhka 25 orang untuk Peiketan tingkat provinsi dan 272 orang untuk tingkat Kabupaten dan dihadiri oleh para yowana dari seluruh Bali dengan total 1023 orang. (riz)

Rekomendasi