FSP Par SPSI Kabupaten Badung Diminta Perjuangkan Kepentingan Pekerja

Rabu, 04 Maret 2020 : 05.55
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan harapan itu saat menerima audensi Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata - Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP Par- SPSI) Kabupaten Badung/ist,
Denpasar - Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP Par- SPSI) Kabupaten Badung diminta terus memperjuangkan kepentingan pekerja.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan harapan itu saat menerima audensi Pengurus Cabang Federasi Serikat Pekerja Pariwisata – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC FSP Par- SPSI) Kabupaten Badung, di Kediaman Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar, Senin (2/3/2020) .

Audensi terkait harapan kehadiran Putri Koster dalam rangka pelaksanaan Hari Perempuan se-Dunia tanggal 8 Maret 2020 dan Hari Kartini tanggal 21 April 2020, di Kantor Gedung SPSI Provinsi Bali, Jln Gurita I No 6 Denpasar Selatan (Densel) Denpasar.

Ketua Pengurus FSP Par -SPSI Badung Putu Satyawira Marhaendra berharap Istri Gubernur Bali iti bisa hadir.

"Kehadiran Putri yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali untuk memberikan motivasi dan semangat kepada para pekerja perempuan di sektor pariwisata," harap Marhaendra.

Bagaimana mereka memerankan kesetaraan gender tanpa harus melupakan tugas domestik mereka tetapi tidak mengalami hambatan di dalam karier, jabatan maupun beraktivitas berorgansasi demi kepentingan bangsa dan negara.

Kesetaraan gender merupakan salah satu hak asasi kita sebagai manusia. Hak untuk hidup secara terhormat, bebas dari rasa ketakutan dan bebas menentukan pilihan hidup tidak hanya diperuntukan bagi para laki-laki.

Perempuan hakikatnya mempunyai hak yang sama, mengingat asumsi masyarakat yang menyatakan bahwa pekerjaan perempuan hanya sekedar tambahan peran dan tambahan penghasilan keluarga pun menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat partisipasi tenaga kerja perempuan.

Putri menyampaikan kesetaraan gender tidak harus dipandang sebagai hak dan kewajiban yang sama persis tanpa pertimbangan.

"Karena pada dasarnya, perempuan tentunya tidak akan siap jika harus menanggung beban berat yang biasa ditanggung oleh laki-laki atau sebaliknya laki-lakipun tidak akan bisa menyelesaikan semua tugas rutin rumah tangga yang biasa dikerjakan perempuan," katanya.

Perempuan kini sudah semakin dihargai, namun di sisi lain masih ada beberapa kasus kekerasan fisik yang dialami perempuan. Dapat disimpulkan, peran perempuan karir sangatlah besar karena mereka harus bisa membagi dirinya dengan kodrat yang dimiliki sebagai seorang ibu dan istri.

Yang harus dipahami adalah perempuan bekerja bukan untuk menyaingi pekerjaan suami tetapi perempuan bekerja untuk mencerdaskan generasi-generasi yang akan datang.

"Seperti yang terjadi di luar negeri, perempuan harus berpendidikan sampai S3 karena di sana pendidikan perempuan berguna untuk merawat anak agar menjadi anak yang kompeten,” ungkapnya.

Dia berharap semua yang bergabung dalam keluarga besar FSP Par SPSI Kabupaten Badung akan lebih erat, makin solid dan tambah semangat untuk bersama-sama dapat memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan kaum pekerja.

“Di era sekarang kekompakan dan kebersamaan kita sebagai pekerja pariwisata sangat kita butuhkan dan perlu lebih ditingkatkan,” ungkap Putri. (riz)

Rekomendasi