Dibayangi Corona, Warga Desa Adat Geriana Kangin Bersembahyang Secara Bergiliran

Senin, 23 Maret 2020 : 10.40
Warga Duda Utara, Selat, Karangasem keliling desa menggunakan mobil dengan pengeras suara menjelaskan terkait ngusaba dodol tersebut. sekaligus juga sosialisasi terkait virus corona.
Amlapura -  Desa Adat Geriana Kangin Kabupaten Karangasem Bali memberlakukan permakluman di mana warganya dalam melakukan persembahyangan secara bergiliran saat upacara Ngusaba Dodol sebagai upaya pencegahan bahaya penyebaran virus corona.

Setelah Desa Duda melakukan kebijakan khusus terkait Ngusaba Dodol, kali ini Desa Adat Geriana Kangin dan Desa Adat Karangsari di  Duda Utara, Kecamatan Selat juga memberlakukan khusus terkait upacara yang digelar setahun sekali tersebut.

Bendesa adat Jro Ketut Yasa telah mengeluarkan permakluman bahwa Ngusaba Dodol kali ini tetap dilaksanakan hanya saja beda dengan sebelum sebelunya.

"Persembahyangan bersama di Pura Dalem Geriana Kangin akan dilakukan secara bergilir masing masing Dadia atau keluarga besar," tuturnya Senin (23/3/2020).

Hal itu, dilakukan guna menghindari orang berkumpul terlalu banyak karena kondisi saat ini tidak memungkinkan.

Kegiatan Ngusaba Dodol dilaksanakan mulai pukul 08.00 wita dengan ketentuan dilakukan secara bergiliran masing masing dadia.

 Sebelunya persembahyangan di masing masing dadia juga dilakukan.  Hanya saja, persembahyangan di setiap dadia, dilakukan masing masing keluarga.

"Ini baru pertama kali Ngusaba Dodol diberlakukan secara khusus," tegas Yasa sembari menyatakan, Ngusaba Dodol merupakan salah satu aci  di Desa adat Geriana Kangin.

Desa Adat  Karangsari juga memberlakukan ngusaba Dodol secara khusus kali seperti disampaikan Bendesa adat Karangsari Jro Made Gejer.

Gejer mengatakan, khusus persembahyangan di Pura Dalam akan dilaksanakan perwakilan keluarga. Satu keluarga diwaikili satu orang.

Khusus krama yang naur sesangi atau membayar kaul juga akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak terlalu banyak terjadi konsentrasi warga.

Warga Desa Adat Karangsari keliling desa menggunakan mobil dengan pengeras suara menjelaskan terkait ngusaba dodol tersebut. sekaligus juga sosialisasi terkait virus corona.

Di Geriana Kangin dan Juga Karangsari selama ini memang tidak pernah menggelar parade ogoh ogoh jelang Nyepi. Sehingga terkait ogoh ogoh tidak ada persoalan.

Desa adat memberikan himbauan kepada warganya terkait penanganan corona dan bagimana menghindari virus tersebut. diantaranya hindari kumpul kumpul atau kontak dengan masyarakat, hindari bersalaman, jaga kebersihan, cuci tangan sesering mungkin dan jaga kebersihan diri serta lingkungan. (nik)

Rekomendasi