Dampak Ekonomi Wabah Covid-19, YLKI Usulkan Tarif Listrik Diturunkan

Sabtu, 28 Maret 2020 : 21.09
Jakarta - Pemerintah diminta menurunkan tarif listrik sebagai upaya untuk meringankan beban ekonomi sebagai dampak wabah covid-19.

Wabah (pandemi) virus corona atau Covid-19, secara ekonomi sangat berdampak terhadap pendapatan masyarakat, khususnya untuk masyarakat rentan, yang pendapatannya berbasis harian.

"Pemerintah harus memikirkan kelompok ini, dan sudah seharusnya pemerintah memberikan kompensasi agar daya beli mereka tidak tergerus," ujar Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam rilis diterima Kabarnusa.com, Sabtu (28/3/2020).

Terkait dengan hal itu, YLKI mengusulkan agar struktur tarif listrik diturunkan, khususnya untuk golongan 900 VA, bahkan kalau perlu golongan 1.300 VA.

Saat ini struktur tarif berdasar keekonomiannya (non subsidi) berkisar Rp 1.352 per kWh. YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp 100 per kWh, selama 3-6 bulan ke depan, atau bergantung pada lamanya wabah.

Apalagi harga minyak mentah di pasaran dunia saat ini sedang turun, sehingga momen untuk menurunkan tarif listrik tidak terlalu mengganggu Baya Pokok Penyediaan (BPP) listrik.

Diharapkan dengan penurunan struktur tarif tersebut, bisa mengurangi beban ekonomi masyarakat rentan yang terdampak akibat wabah virus corona. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi