Corona Merebak, Denpasar Tunda Pawai Ogoh-ogoh Jelang Nyepi

Sabtu, 21 Maret 2020 : 09.36
Denpasar - Guna mengantisipasi semakin merebaknya penyebaran Virus Corona (Covid-19), Pemkot Denpasar memutuskan untuk menunda pelaksanaan pawai ogoh-ogoh saat malam pangerupukan menjelang pelaksanaan Hari Suci Tapa Berata Penyepian.

Menyikapi situasi dan keresahan masyarakat menjelang rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1942, Pemkot Denpasar bersama Majelis Desa Adat Kota Denpasar, Sabha Upadesa, Forum Perbekel/Lurah serta Parum Bendesa se-Kota Denpasar menggelar kesepakatan bersama yang pada intinya meminimalisir mobilisasi masa.

Rapat ini dihadiri Wali Kota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Walikota IGN. Jaya Negara, dan Sekda Kota Denpasar AAN. rai Iswara.

Point penting dalam rapat seluruh Bendesa Adat se Kota Denpasar dan dengan memperhatikan berbagai masukan dari para tokoh agama, tokoh adat dan pakar kesehatan (ahli virus) dari RSUP Sanglah maka disepakati bahwa pelaksanaan parade ogoh ogoh pada saat pengerupukan ditunda.

Sebagai upaya penghargaan kreatifitas generasi muda yang tergabung dalam Sekaa Teruna Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra memfasilitasi nantinya akan digelar festival ogoh ogoh pada saat situasi mulai membaik.

Rai Mantra berjanji akan memberikan bantuan kepada STT masing masing 10 juta rupiah saat festival ogoh ogoh digelar.

Kesepakatan bersama ditandatangani langsung Bendesa Adat se-Kota Denpasar yang disaksikan Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Denpasar, I Made Toya selaku Ketua Satgas Penanggulangan Covid 19, Kadis Kebudayaan Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram serta Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai serangkaian paruman Bendesa Adat Kota Denpasar di Graha Sewaka Dharma Kota Denpasar, Jumat (20/3/2020).

Ketua Majelis Desa Adat Kota Denpasar, Dr. AA Ketut Sudiana mengatakan menyikapi merebaknya virus corona saat ini diperlukan berbaga langkah preventif yang terintegrasi.

Beberapa hal telah diupayakan pemerintah yang salah satunya adalah menerapkan social distance dengan menghindari kerumunan masa.

“Untuk sementara ini hendaknya kita bersama-sama menghindari kerumunan masa, sehingga mampu menerapkan social distance,” ujarnya sembari menambahkan, penerapan kesepakatan bersama ini guna menjawab kekhawatiran masyarakat.

Terdapat empat keputusan yang disepakati seluruh Bendesa Adat di Kota Denpasar. Pertama yakni Melasti/Mekiyis/Melis dilaksanakan dengan hanya melibatkan para petugas pelaksana upacara dalam jumlah yang sangat terbatas.

Desa Adat yang Melasti/Mekiyis/Melis dilaksanakan dengan cara Ngubeng (Ida Bhatara melinggih ring Bale Agung, Upakara, Prajuru desa adat dan pemangku yang menuju ke Pantai tempat pemelastian.

Kedua, melaksanakan Tawur Agung Kesanga sesuai situasi dan kondisi di Desa Adat masing-masing (Sesuai Surat Edaran PHDI Pusat dengan jumlah terbatas).

Ketiga, menunda pelaksanaan parade dan pengarakan Ogoh-ogoh pada Hari Pengerupukan tanggal 24 Maret 2020, karena keadaan kesiapsiagaan bencana Covid-19 untuk mulat sarira melawan Covid-19 dan ogoh-ogoh agar disimpan di tempat yang aman.

Yang keempat adalah Pemerintah Kota Denpasar akan melaksanakan parade ogoh-ogoh pada saat situasi sudah kembali normal. (riz)

Rekomendasi