BI Terbitkan 28 Izin Penyelenggara, 65 Ribu Merchant di Bali Manfaatkan QRIS

Rabu, 11 Maret 2020 : 21.22
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho bersama para pimpinan OJK, perbankan dan pengusaha saat menghadiri Gelar Pekan QRIS Nasional di Level 21 Mall Denpasar
Denpasar - Penggunaan QRIS terus meningkat dari waktu ke waktu tercatat sebanyak 65 ribu merchant di Bali telah memanfaatkan sistem pembayaran digital tersebut.

QRIS (Quick Response Indonesia Standard) merupakan standar Pembayaran berbasis QR Code yang akan menjadi rujukan berbagai penyelenggara pembayaran dengan menggunakan Hand Phone.

QRIS menjadi standar QR code untuk pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional wajib diimplementasikan per 1 Januari 2020.

"Saat ini kita sedang mengalami transformasi digital diberbagai aspek kehidupan. Digitalisasi telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan; bagaimana perusahaan berinteraksi; dan bagaimana konsumen akan mendapatkan layanan, informasi, dan barang," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam keterangan tertulis saat mengadiri Gelar Pekan QRIS Nasional di Level 21 Mall Denpasar, Rabu (11/3/2020).

Dengan banyaknya manfaat yang disebutkan sebelumnya, hadirnya QRIS tentunya juga merupakan jawaban kami atas tantangan yang diberikan di era digital. Pihak yang tentunya akan merasakan langsung manfaat QRIS adalah konsumen.

Pada jaman yang semuanya dituntut serba cepat, pembayaran non tunai dengan QRIS menjadi alternatif pembayaran kekinian yang aman, cepat, nyaman dan efisien bagi konsumen/pengguna.

Konsumen (pengguna) juga dapat melakukan monitoring pengeluaran karena semua data pembayaran tercatat secara real time dan dapat dipantau dengan mudah. Sejak QRIS diluncurkan, berbagai kemajuan cukup pesat dicapai.

Saat ini sudah 28 penyelenggara yang sudah mendapatkan persetujuan dari BI dan masih banyak sedang antri mengajukan izin untuk menyelenggarakannya.

"Hingga akhir Februari, jumlah merchant QRIS di Provinsi Bali tercatat sebanyak sudah lebih dari 65 ribu merchant, meningkat sebesar 5% dalam periode satu bulan," sebut Trisno.

Pihaknya ingin memberikan apresiasi pada Bank maupun Non-Bank Penyelenggara QRIS di Provinsi Bali, khususnya BPD Bali, BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah Mandiri, CIMB Niaga, CIMB Niaga Syariah, Bank Danamon, Bank Permata, Bank Sinarmas, Maybank, dan LinkAja yang selama ini telah berkontribusi aktif dalam implementasi QRIS.

"Besar harapan kami, setelah mengikuti kegiatan ini dapat memahami dan mencoba menggunakan QRIS dalam transaksi sehari-hari baik di lingkungan kerja, organisasi maupun di lingkungan rumah maupun tentunya transaksi Pemda," imbuhnya.

Hal ini sebagai dampak inovasi teknologi yang berkembang pesat, perubahan perilaku masyarakat dan dunia usaha ke arah digital sehingga otoritas kebijakan berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut untuk kebaikan bangsa.

Merespon perkembangan ekonomi digital tersebut, Bank Indonesia melakukan launching QRIS pada 17 Agustus 2019 sebagai hadiah kemerdekaan bagi bangsa. QRIS menjadi standar QR code untuk pembayaran di Indonesia. QRIS secara nasional wajib diimplementasikan per 1 Januari 2020.

Trisno menjelaskan, dengan QRIS, merchant termasuk pelaku usaha UMKM dapat mengunakan model pembayaran secara non-tunai dengan hanya 1 macam QR Code.

Dengan satu QR Code, bisa menerima pembayaran dari aplikasi penyelenggara manapun, baik dari bank atau non-bank, bahkan akan dapat menerima pembayaran dari turis mancanegara.

Salah satu keunggulan QRIS adalah antar aplikasi pemain, baik bank ataupun non-bank sudah saling terhubung dengan mudah.

"Dengan QRIS, kita dapat mendorong kemajuan segala sektor dari mulai sektor UMKM termasuk Koperasi hingga sektor Pariwisata, yang tentunya mempercepat akses keuangan bagi pelaku usaha dimanapun dan siapapun dia, sehingga membantu peningkatan aktivitas inklusi ekonomi, dimana pelaku usaha tersebut berada," tuturnya.

Trisno menjelaskan manfaat pembayaran menggunakan QRIS mengikuti tren pembayaran non tunai digital artinya tersedia alternatif metode pembayaran bagi customer sehingga memperluas pangsa pembeli khususnya generasi muda yang tentunya berpotensi meningkatkan omset pendapatan ataupenjualan.

Selain itu dapat mengurangi kesulitan merchant dalam menyediakan uang kecil untuk kembalian Keempat. Menghilangkan potensi kerugian akibat penerimaan pembayaran menggunakan uang palsu.

Kemudian, hasil penjualan tercatat otomatis dan uangnya langsung tersimpan di bank serta dapat dimonitor setiap saat melalui aplikasi. Ditambahkan Trisno, QRIS bermanfaat mengurangi potensi uang hasil penjualan diambil oleh yang tidak berhak.

Ketujuh. Penerimaan pembayaran non tunai dengan QRIS memudahkan pembelian barang stock secara non-tunai, membayar tagihan, retribusi, tanpa meninggalkan lokasi usaha, dan lainnya.

Dengan tercatatnya transaksi penjualan maka akan membangun credit profile bagi penyedia pinjaman seperti bank. Dengan demikian, terbuka luas peluang bagi merchant/pedagang untuk pinjaman modal kerja.

Secara umum, kata Trisno, hal ini tentu akan membawa pengembangan usaha lebih baik bagi pelaku UKM. (rhm)

Rekomendasi