Berikan Keringanan Debitur Terdampak Corona, BI Turunkan Suku Bunga

Jumat, 20 Maret 2020 : 10.22
Kepala BI Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho (kiri) saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Eliyanus Pongsoda pada acara jumpa pers kebijakan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai dampak penyebaran Covid-19, di Jayasabha Denpasar/ist,
Denpasar - Bank Indonesia (BI) memberi keringanan bagi debitur terkait suku bunga pinjaman yang diturunkan dari 475 menjadi 450.

Langkah itu dilakukan guna menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat Bali yang saat ini mengalami penurunan drastis akibat anjloknya tingkat kunjungan wisatawan dan turunnya jumlah hunian kamar hotel.

Hal itu disampaikan Kepala BI Kantor Perwakilan Bali Trisno Nugroho saat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan Kepala OJK Regional VIII Bali Nusra Eliyanus Pongsoda pada acara jumpa pers kebijakan Stimulus Perekonomian Nasional sebagai dampak penyebaran Covid-19, di Jayasabha Denpasar, Kamis (19/3/2020).

Trisno mengungkapkan, kredit atau pembayaran non tunai (QRIS) tetap diberlakukan dengan maksud mempermudah transaksi bagi masyarakat luas. Sementara jumlah uang kartal yang tersedia di pasaran hingga saat ini masih memadai.

"Guna melindungi masyarakat dari segala aspek dan ruang, terutama terkait merebaknya virus corona, uang yang masuk ke Indonesia saat ini juga akan dikarantina oleh Bank Indonesia", katanya.

Dalam kesempatan sama Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, kebijakan ini sangat membantu kreditur sekaligus debitur, khususnya pegawai hotel, travel dan semua pihak terkait untuk bisa melakukan negosiasi penurunan suku bunga dan kemudahan lainnya.

"Dalam kondisi yang serba tidak menentu ini, pihak travel, pengusaha hotel, properti dan swasta dapat melakukan rekonstrukturisasi untuk memperbaiki manageman," ujar Koster.

Mereka diharapkan, bisa menyusun pelayan yang lebih baik ke depannya dan untuk industri pariwisata yang mengalami penurunan hingga 20% dapat digunakan secara bijak oleh pelaku usaha untuk membenahi kondisi di perusahaannya masing-masing. (rhm)

Rekomendasi