Basarnas Bali Tingkatkan Sinergi Lintas Instansi Layani Masyarakat

Rabu, 11 Maret 2020 : 15.16
Denpasar - Dukungan pemerintah daerah dalam mewujudkan Bali wilayah yang aman dan nyaman amatlah penting. Sebagai daerah yang mengandalkan bidang pariwisata harus mampu mengantisipasi dan menangani kejadian-kejadian membahayakan jiwa manusia.

Selain itu keselamatan dalam penggunaan moda transportasi laut dan udara dijamin oleh negara. Dalam meningkatkan sinergitas antar instansi, Basarnas melakukan audiensi dengan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Indra.

Pada kesempatan itu Deputi Bidang Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Basarnas, Marsekal Muda TNI Irawan Nurhadi menyampaikan prihal terkait kelanjutan kerjasama Basarnas dengan Pemerintahan Provinsi Bali.

Turut mendampingi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.AP. beserta Kepala Seksi Sumber Daya dan Kepala Sub Bagian Umum.

"Saya berterima kasih selama ini sudah kooperatif bekerjasama dengan Basarnas terkait penempatan heli SAR BO 105 milik Basarnas, semoga masih bisa terus berlanjut," ungkap Irawan Nurhadi.

Rencana kedepannya akan ada pembaharuan Heli jenis Dauphin atau pun AW, karena menurutnya Heli BO 105 sudah cukup lama usianya, meskipun masih tetap layak terbang guna melakukan operasi SAR.

Pertemuan tersebut juga menyinggung tentang keselamatan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah dalam hal ini Basarnas, pelaku usaha pariwisata dan tentunya pemerintah daerah.

Apabila berhadapan dengan kondisi marabahaya maka menjadi tuntutan utamanya adalah respon time cepat. Dewa Indra berpendapat bahwa kinerja Basarnas sudah baik, seluruh wilayah di Bali sudah bisa tercover dengan keberadaan 3 Pos SAR dan 1 unit siaga SAR.

"Saya terus mengikuti kegiatan Basarnas, karena dulunya juga saya sering bersinergi dengan Basarnas dan sampai sekarang pun masih," pungkasnya.

Mengenai adanya perpanjangan perjanjian penempatan Heli Basarnas pada dasarnya ia sangat mendukung dan perlu ditinjau kembali jika ada pembaharuan agar semua kepentingan dapat terakomodir.

Dengan keberadaan heli Basarnas di Bali tentunya bisa mempercepat pergerakan saat operasi SAR dalam area pencarian yang luas. Pada akhirnya bisa memberikan persepsi positif di masyarakat ataupun dunia luar, mengingat bali adalah icon wisata di Indonesia.

Usai melakukan audiensi di Kantor Sekda Provinsi Bali, Deputi Sarana Prasarana dan Sistem Komunikasi Basarnas beserta pejabat lainnya bertandang ke Angkasa Pura Bandara I Gusti Ngurah Rai guna berkoordinasi tentang rencana penempatan salah satu Alat Utama (Alut) di seputaran area Bandara.

Sesuai dengan Tugas Fungsi Pokok Basarnas di bidang pencarian dan pertolongan kecelakaan penerbangan, maka menjadi pertimbangan untuk mendekatkan posisi penempatan Alut.

Seperti diketahui Basarnas Bali memiliki 2 unit Alut Rigid Inflatable Boat dan 1unit KN SAR Arjuna 229 yang penempatannya saat ini berada di Benoa.

Sedianya 1 unit RIB digeser berdekatan dengan bandara, tanpa mengesampingkan dan mengganggu fasilitas yang sudah ada. General Manager (GM) PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado menanggapi baik niatan Basarnas tersebut.

PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai selalu menyambut positif langkah-langkah Basarnas dalam memperkuat pelayanan jasa SAR kepada masyarakat ataupun wisatawan.

"Selama ini penempatan heli telah difasilitasi, bahkan memberikan penempatan hanggar khusus untuk heli Basarnas," ungkapnya.

Kelanjutan dari pembicaraan ini akan diselesaikan secara administratif agar jelas peruntukannya dan bisa sinergi antara kedua belah pihak, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan jasa SAR yang maksimal. (sul)
Bagikan Artikel

Rekomendasi