Banyak Perajin dan Pedagang di Bali Beralih Tenun Printing

Rabu, 11 Maret 2020 : 22.00
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri Peresmian dan Pembukaan the 17th INDOCRAFT 2020 di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, Rabu (11/3/2020)/ist
Jakarta- Akibat gempuran teknologi printing membuat para perajin tenun dan pedagang beralih dari tenun Bali ke tenun printing.

Hal itu diakui Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Koster saat menghadiri Peresmian dan Pembukaan the 17th INDOCRAFT 2020 di Cendrawasih Room, Jakarta Convention Center, Rabu (11/3/2020).

Kegiatan dibuka Menteri Koperasi UMKM Teten Masduki yang menyampaikan pemerintah Indonesia akan terus mendorong UMKM untuk tetap bergairah dalam meningkatkan produksi kerajinan.

Menteri Teten, dengan adanya gaya baru dalam perindustrian dengan tetap melestarikan budaya yang sudah ada, maka diharapkan akan dapat menarik minat masyarakat untuk tetap memilih produk-produk UMKM.

“Untuk itu, diharapkan para UMKM dapat terus menggali potensinya dan mengambangkan warisan budaya yang adiluhung sehingga tetap lestari,” kata Teten.

Terkait pelestarian budaya, maka di sela-sela peninjauan pameran Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suatini Koster, menjelaskan kepada Menteri UMKM bahwa pihaknya saat ini sedang gencar mengkampanyekan pelestarian tenun lokal Bali.

“Mengingat tenun lokal Bali yang merupakan warisan nenek moyang saat ini telah diserang oleh teknologi printing yang membuat tenun asli bersaing ketat dipasaran dengan tenun printing,” terang Putri Koster.

Hal tersebut menimbulkan berbagai dampak, salah satunya adalah banyaknya penenun Bali yang beralih pekerjaan menjadi pegawai pada tenun printing, atau banyaknya penjual yang lebih memilih menjual tenun printing.

"Karena harga lebih murah dibandingkan menjual tenun asli yang harganya lebih mahal," ulasnya.

Kondisi tersebut jika terus dibiarkan berlarut-larut, kata Putri dikhawatirkan tenun Bali akan punah.

Pihaknya berharap, dengan pameran tersebut Pemprov Bali bisa mensosialisasikan keberadaan dan kualitas tenun Bali. Di samping itu, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi di Bali agar masyarakat semakin sadar untuk memilih barang yang memiliki warisan budaya yang adiluhung. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi