Antisipasi Dampak Covid-19, KKP Pantau Pasokan dan Harga Ikan

Sabtu, 28 Maret 2020 : 07.12
Jakarta - Mengantisipasi dampak covid 19 terhadap usaha perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) terus melakukan pemantauan ketersediaan, perkembangan pasokan dan harga ikan di Indonesia.

Lokasi pemantauan diantaranya Bali, DKI Jakarta, Surabaya, Kendari, Purwakarta, Bekasi, Pekalongan, Trenggalek, Malang, Cilacap, Indramayu, Tegal, Gunung Kidul, Bitung, Makasar, dan Kota Ternate. Nantinya akan berlanjut ke lokasi sentra produksi dan pengolahan ikan lainnya.

"Saat ini pemantauan dilakukan melalui telekomunikasi dengan berbagai sumber antara lain pihak pelabuhan perikanan, sentra produksi budidaya, eksportir, pengelola gudang beku dan pasar retail," kata Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo di Jakarta, Jumat (27/3/2020).

Ditjen PDSPKP melaporkan beberapa strategi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo melalui video conference pada Kamis 26 Maret 2020. Strategi ini bertujuan menjaga stabilitas harga, sehingga pelaku usaha dapat terhindar dari kerugian dan produksi ikan terserap.

"Pelaksanaan strategi adalah berupa kerja sama dengan Kemensos agar terjadi sinergi yang berdampak langsung di masyarakat berupa penyaluran bahan baku ikan segar dan olahan dengan cara Bantuan Pangan Non Tunai, yang sebagian dari itu dapat dibelikan ikan," sambungnya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo memastikan akan segera menghubungi Menteri Sosial, Juliari P Batubara. Hal ini dilakukan untuk mendorong percepatan terlaksananya strategi tersebut.

Strategi lain yang juga disiapkan KKP adalah optimalisasi pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) ikan atau dikenal dengan sistem tunda jual.

Dengan begitu, pada saat harga turun, nelayan dan pembudidaya ikan tidak mengalami kerugian dengan menitipkan produknya di Gudang Beku (cold storage) yang ditunjuk dalam SRG dan dapat menjualnya kembali saat harga membaik.

Bahkan resi dari penitipan ikan di Gudang Beku, dapat dijaminkan ke lembaga pembiayaan untuk mendapatkan dana tunai sebagai modal usaha. "Lalu penyerapan ikan dalam rangka program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan," urai Nilanto. (riz)

Rekomendasi