Alami Penurunan, 900 Ribu Wisman Singgahi Bandara Ngurah Rai

Jumat, 20 Maret 2020 : 19.13
Mangupura - Selama dua bulan Januari hingga Februari tahun 2020, tercatat sebanyak 901.670 wisatawan dari berbagai negara di dunia berlibur ke Pulau Bali melalui Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Diketahui, dari jumlah angka tersebut, terdapat penurunan sebesar 2.2% jika dibandingkan catatan di periode yang sama pada tahun 2019 lalu.

Pada periode pencatatan di bulan Januari-Februari 2019 lalu, tercatat sebanyak 921.839 wisatawan mancanegara dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, mengungkapkan, penurunan jumlah penumpang karena terdampak secara tidak langsung dari COVID-19 yang saat ini telah ditetapkan statusnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sebagai pandemik.

"Penurunan jumlah wisatawan mancanegara inipun juga merupakan imbas dari penutupan sementara operasional penerbangan dari sejumlah maskapai, yang mana hal tersebut juga merupakan kebijakan dari pemerintah terkait,” ujar Herry dalam keterangannya Jum’at (20/3/2020).

Berdasar pencatatan statistik, dengan jumlah 185.652 wisatawan, Australia menempati urutan pertama dalam peringkat negara penyumbang wisatawan terbanyak pada periode Januari – Februari 2020, disusul oleh Cina dan India dengan jumlah total masing-masing sebanyak 118.466 dan 60.380 wisawatan.

Jika diukur dengan persentase, jumlah wisatawan Australia, Cina, dan India masing-masing menempati porsi sebanyak 20,6%, 13,1%, dan 6,7% dari total keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara selama dua bulan pertama di tahun 2020 ini.

Disebutkan, dari total 901.670 jumlah keseluruhan penumpang pada periode Januari – Februari 2020 ini, Australia, Cina, dan India masih menjadi deretan tiga negara penyumbang jumlah kunjungan terbanyak seperti periode sebelum-sebelumnya.

Ketiga negara tersebut menyumbang sebanyak 364,498 jiwa atau sebesar 40,4% dari total keseluruhan jumlah kedatangan penumpang yang ada,” tambah Herry.

Jika dilakukan perbandingan jumlah wisatawan di bulan Februari 2020 dibanding dengan Februari 2019, dari 10 besar negara penyumbang wisatawan terbanyak di bulan Februari 2020 ini diketahui bahwa wisatawan asal Rusia mengalami pertumbuhan tertinggi, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 59%.

Menyusul di tempat kedua dan ketiga adalah Perancis dan Jerman, masing-masing dengan pertumbuhan sebesar 34% dan 22%.

Dari data, diketahui bahwa selama bulan Februari 2020, Cina hanya menyumbang sebanyak 4.820 wisatawan saja, turun drastis jika dibandingkan dengan jumlah pencatatan di bulan Februari tahun 2019, dengan jumlah sebanyak 126.862.

Kemudian jika dibandingkan dengan jumlah kedatangan wisatawan Cina di bulan Januari 2020. Dengan jumlah wisatawan sebanyak 113.646 jiwa, terdapat selisih sebanyak 108.826 jiwa.

Wisatawan asal Cina menjadi salah satu yang terkena imbas paling besar.

Terhitung mulai 5 Februari lalu, Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan sementara operasional penerbangan dari dan ke Cina daratan hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Hal ini tentunya berimbas pada jumlah kedatangan wisatawan Cina ke Bali.

"Banyak negara yang tengah menerapkan kebijakan lockdown, serta aturan pembatasan yang dikeluarkan oleh pemerintah terhadap penumpang dengan kondisi tertentu,” tutup Herry. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi