Aksi Penanaman Pohon Produktif Jaga Konservasi Sumber Mata Air di Badung

Sabtu, 14 Maret 2020 : 05.39
Armytanti Hanum Kasmito, Regional Corporate Affairs Manager CCAI mengungkapkan, gerakan ini bertujuan sebagai upaya konservasi sumber mata air dan juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan dan masyarakat.
Mangupura - Aksi Gerakan Penanaman Pohon terus digemakan Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai upaya konservasi sumber mata air di Bali.

Dalam aksi kolaborasi ini menggandeng Pemerintah Daerah Kabupaten Badung melalui Sekretariat Daerah (Setda) Bagian Pembangunan dan Perangkat Desa Werdi Bhuwana serta berbagai elemen masyarakat dan komunitas./

Gerakan ini juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan dan masyarakat. Kegiatan dipusatkan didi area wilayah Desa Werdi Bhuwana, Jumat 13 Maret 2020.

Armytanti Hanum Kasmito, Regional Corporate Affairs Manager CCAI mengungkapkan, gerakan ini bertujuan sebagai upaya konservasi sumber mata air dan juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan kepada lingkungan dan masyarakat.

Selain penanaman pohon secara seremonial dilakukan di area Banjar. Sayan Delodan, juga dilakukan serah terima tempat sampah pemilahan kepada pengurus Banjar Sayan Delodan sebagai komitmen CCAI terhadap kebersihan lingkungan.

Pihak CCAI akan memberikan sumbangan bibit sejumlah total 1000 bibit pohon produktif yang akan disalurkan ke tiap Banjar di Desa Werdi Bhuwana. Bibit pohon ini akan dirawat oleh Desa Werdi Bhuwana sebagai salah satu potensi ekonomi alternatif yang dapat dikembangkan oleh masyarakat.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen perangkat daerah dan juga komunitas masyarakat setempat.

Turut hadir dan sekaligus membuka kegiatan ini Wakil Bupati Badung, Bapak I Ketut Suiasa, beserta jajaran perangkat daerah Kabupaten Badung.

Didakannya kegiatan penanaman pohon ini juga sebagai rangkaian dalam menyambut Hari Air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Maret 2020.

Amytanti berharap melalui kegiatan ini, CCAI sebagai warga usaha Kabupaten Badung dapat memberikan kontribusi yang tepat sasaran dan tepat manfaat untuk pelestarian lingkungan dan keberlanjutan masyarakat di Werdi Bhuwana.

Kolaborasi kegiatan ini turut didukung berbagai elemen pemerintah dan masyarakat diantaranya dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Badung, Camat Mengwi, Forum Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) Kabupaten Badung, elemen masyarakat Desa Werdi Bhuwana, Komunitas dan pihak Sekolah di sekitar lokasi kegiatan.

Wabup Badung Ketut Suiasa menegaskan, bersama stakeholoder dan forum TJSP yang diinisiasi CCAI, berkomitmen untuk selalu melakukan upaya-upaya pelestarian dan perlindungan terhadap lingkungan, salah satu wujudnya, melalui penanaman pohon.
Wabup Badung Ketut Suiasa menegaskan, kehadirannya bersama stakeholoder dan forum TJSP yang diinisiasi CCAI, dalam kegiatan ini sebagai wujud komitmen untuk selalu melakukan upaya-upaya pelestarian dan perlindungan terhadap lingkungan, salah satu wujudnya, melalui penanaman pohon.

"Kami sadar betul, tantangan ke depan, tentang menjaga kualitas lingkungan menjadi tugas berat bagi kita, terlebih untuk membuat lingkungan berkualitas, sehingga generasi muda ke depan menjadi generasi yang bermutu, maka harus ada kesadaran bersama kita dan gerakan bersama untuk melakukan pelestarian," tuturnya.

Dengan aksi penanaman 1000 pohon dan bantuan tempat sampah, diharapkan bisa mendorong kesadaran masyarakat untuk semakin sadar bergerak bersama melakukan pelestarian lingkungan.

Terlebih dalam upaya menjaga sumber mata air di Badung. Saat ini, sumber-sumber air di Badung berasal dari tiga yakni sungai, air bawah tanah dan mata air.

Sumber-sumber mata air  di Badung saja memiliki 369 sumber mata air, 67 diantaranya berada di Kecamatan Mengwi. Delapan diantara sumber mata air itu, berada di Desa Werdhi Buana baik mata air besar dan kecil.

"Kalau ini, tidak dijaga maka sumber mata air ini akan bisa hilang sehingga ke depan, maka butuh upaya-upaya kita, sehingga sumber mata air bisa terjaga baik dari sisi kebersinambungan suistainable maupun secara kualitasnya di masa depan," tandas Suiasa.

Dari gerakan inilah, pihaknya mengajak masyarakat untuk semakin sadar menjaga lingkungan. Juga dikaitkan agar selalu berperilaku hidup bersih.

"Satu lingkungan kita sudah suistainable berkesinambungan berkualitas, juga masyarakat bisa berperilaku hidup bersih sehat maka hidup kita semakin berkualitas, dua sisi ini harus bisa digerakkan," tandasnya. (lif)
















Bagikan Artikel

Rekomendasi