Warga Geriana Kangin Antusias Ikuti Prosesi Sakral Mineh Lembu

Selasa, 11 Februari 2020 : 05.47
Setelah Prosesi Nuur Tirta Pamuket lan Jejaton Karya, Senin (10/2/2020) dilanjutkan prosesi Mineh Lembu.
Karangasem - Warga mengikuti prosesi sakral Mineh Lembu yang digelar menjelang karya Ngresi Ghana, Mamungkah, Ngenteg Linggih, Nubung Pedagingan lan Mapeselang ring Pura Dalem Desa Adat Geriana Kangin.

Setelah Prosesi Nuur Tirta Pamuket lan Jejaton Karya, Senin (10/2/2020) dilanjutkan prosesi Mineh Lembu.

Prosesi atau ritual Mineh Lembu ini adalah mengambil air susu dari lembu untuk campuran Sekar catur. Prosesi sakral ini dilakukan di penyucian (tempat yang telah disucikan) yang terletak di Pura Puseh Desa Adat Geriana Kangin.

Prosesi ini dipuput Ida Pendanda Istri Ngurah dari Geria Duda. Mineh Lembu atau pengambilan air susu lembu ini dilakukan oleh Ida Pedanda Istri Rai Taman dari Geria Taman, Pegubugan dan para pengayah lainnya yang dikoordinir oleh Ida Pedanda Istri Jelantik.

Sebelum diambil susunya, Lembu putih yang juga mengajak anaknya ini dilakukan beberapa prosesi. Lembu tersebut terlebih dahulu dimandikan kemudian dipasangkan busana putih kuning yang dilakukan di jaba pura Puseh Desa adat Geriana Kangin.

Setelah itu lembu tersebut kemudian digiring masuk ke penyucian. Beberapa Jero mangku nampak ikut ngayah dalam prosesi tersebut. Tiba di penyucian lembu kemudian dibersihkan sekala Niskala. Usai prosesi tersebut barulah air susu lembu itu diambil untuk kepentingan upacara.

Lembu adalah binatang yang sangat disucikan bagi umat Hindu. Lembu sendiri merupakan kendaraan dewa Siwa. Upacara Mineh Lembu ini hanya dilakukan saat akan ada upacara Karya Agung seperti ini.

Selesai Prosesi Mineh tersebut lembu tersebut pun dikembalikan ke pemiliknya. Selain itu Sore ini juga dilakukan ritual mendak Isepan atau Tebu. Mendak Isepan dilakukan di Pura Pesimpenan Desa Adat Geriana Kangin. Mendak Isepan ini mempunyai makna yang sama.

Tebu ini nantinya akan diolah menjadi gula yang akan digunakan untuk campuran jajanan piranti Sekar catur dan yang lainnya. Mendak Isepan ini dilakukan oleh beberapa pengayah dan juga Jro mangku.

"Mineh Lembu ini merupakan salah satu ritual yang sangat disakralkan," ujar Jro Ketut Yasa, Bendesa Adat Geriana Kangin yang juga Ketua Panpel Karya. Jro Yasa juga menambahkan jika tidak semua pengayah bisa masuk ke penyucian. Sebab tempat tersebut adalah areal yang sangat disucikan.

Pengayah yang cacad, sakit dan yang cuntaka tidak boleh masuk ke areal tersebut. Disana juga pengayah tidak boleh berkata kasar, meludah dan juga mengantuk. Jika merasa mengantuk pengayah harus keluar dari penyucian.

Bagi pengayah wanita diwajibkan menggunakan ikat kepala dari kain putih atau janur. Sebelumnya juga telah dilakukan prosesi Ngingsah Beras dan Ngunggahan Sunari. (nik)
Bagikan Artikel

Rekomendasi