Wagub Bali Yakin Nilai Budaya Relevan dalam Kehidupan Kekinian

Senin, 17 Februari 2020 : 06.27
Pembukaan Festival Budaya Adiluhung ditandai pemukulan gong oleh Wagub Cok Ace, disaksikan Panglingsir Puri Agung Denpasar AA Ngurah Oka Ratmadi dan Panglingsir Puri Pamecutan AA Ngurah Manik Parasara/ist
Denpasar-  Nilai-nilai budaya masih relevan dalam kehidupan kekinian namun perlu dikemas lagi agar mudah dipahami generasi millenial.


Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyatakan hal itu saat menghadiri Festival Budaya Adiluhung Nusantara yang diselenggarakan di Jaba Pura Puri Agung Denpasar, Minggu (16/2/2020) malam.

Festival ini digelar serangkaian memperingati HUT ke-10 Padepokan Gagak Kerancang.

Ia mengungkapkan, budaya sebagai bagian dari ilmu pengetahuan memiliki tiga unsur yaitu nilai, perilaku dan hasil karya manusia.

Budaya dalam bentuk nilai bersifat universal, seperti di Bali ada istilah Rwa Bhineda yang bermakna kebenaran dan keburukan selalu berdampingan.

Dalam budaya Bali, nilai itu kemudian teraktualisasi dalam hasil karya seni pertunjukan calonarang. Saya yakin, di daerah lain ada pula nilai sejenis dengan sebutan yang berbeda. Menurutnya, nilai-nilai itu masih relevan dalam kehidupan kekinian.

"Hanya saja, perlu dikemas lagi agar mudah dipahami oleh generasi millenial,” tandasnya lagi.

Harus ada gerakan untuk menganalisa nilai-nilai adiluhung warisan leluhur. Jangan selalu berhenti pada ungkapan “nak mule keto’. Karena banyak sekali nilai-nilai yang bisa diungkap dari ajaran para pendahulu.

Adanya perguruan tinggi yang menyiapkan program studi untuk mempelajari dan mengungkap rahasia di balik nilai-nilai tersebut, patut disambut positif.

Soal hari jadi padepokan, momentum ini bisa dijadikan untuk mengevaluasi apa yang telah dicapai selama sepuluh tahun. Padepokan juga diharapkan mengenalkan nilai universal kepada generasi milenial,” ujarnya.

Ketua Padepokan Gagak Kerancang Ki Raga Sukma menyampaikan terima kasih pada Penglingsir Puri Satria yang telah berkenan memberi tempat pelaksanaan festival. Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa pendirian padepokan dilatarbelakangi oleh kecintaannya pada bangsa dan warisan leluhur.

"Ini adalah Festival Budaya Nusantara, kita ingin menampilkan ekspresi kreativitas untuk mengajak generasi milenial agar mengetahui warisan nenek moyang yang adilhung di wilayah Nusantara,” katanya.

Guru Besar Padepokan Gagak Karancang Pusat R Sigma Martanagara didampingi Dani Permana selaku Ketua DPD Gagak Karancang Bali menyebutkan, acara diadakan di Bali selain memperingati HUT ke-10 Padepokan Gagak Karancang, juga sekaligus mengukuhkan Padepokan Gagak Karancang yang baru dibentuk di Bali.

“Untuk keanggotaan Padepokan Gagak Karancang yang ada di Bali sekarang sebanyak 200 anggota,” tambahnya.

Pembukaan festival malam itu ditandai pemukulan gong oleh Wagub Cok Ace, disaksikan Panglingsir Puri Agung Denpasar AA Ngurah Oka Ratmadi dan Panglingsir Puri Pamecutan AA Ngurah Manik Parasara.(rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi