TNI Segara Akhiri Misi Dukungan Pasca-Kebakaran Hutan Australia

Jumat, 28 Februari 2020 : 20.55
Jakarta – Personel gabungan TNI dan Australian Defence Force (ADF) segara mengakhiri dukungan terhadap upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan yang telah memasuki hari ke-28 dalam penyelenggaraan operasi Bushfire Assist di Australia.

"Personel gabungan TNI yang bertugas di kawasan Blue Mountain itu akan mengakhiri dukungan pada awal Maret 2020," ujar Direktur Peringatan Dini BNPB Afrial Rosya di Sydney, Australia, Jumat (28/2/2020).

Pencapaian para personel tersebut telah sesuai dengan perencanaan operasi yang disepakati bersama antara BNPB dan ADF. Tim gabungan ADF dan TNI - BNPB akan ditarik dari lapangan tepatnya pada 1 Maret 2020 nanti.

Dijelaskan, personel TNI yang dikirimkan untuk misi dukungan penanganan kebakaran hutan dan lahan ini berjumlah 41 orang dan BNPB 2 orang. Selama melakukan operasi Bushfire Assist, mereka bermukim di barak Pangkalan Angkatan udara Richmond dan barak pelatihan angkatan darat di Marrangaroo.

Hingga hari ini, tim gabungan TNI dan ADF masih melaksanakan operasi untuk membuka dan membersihkan akses jalan dan lahan dari sisa-sisa kebakaran wilayah Lithgow dan Colo Height yang berada di negara bagian New South Wales.

"Pembersihan tersebut dilakukan untuk menjamin akses jalan di wilayah itu aman bagi masyarakat setempat," tuturnya.

Di samping itu, pembersihan ini sangat penting untuk menghindari bahaya lanjutan apabila pengendara atau penduduk setempat melintasi sepanjang jalan yang pepohonannya sudah terbakar.

Wilayah-wilayah yang menjadi target tersebut telah disepakati oleh pemerintah lokal bersama tim gabungan TNI dan ADF.

Tim gabungan yang terdiri dari Grup Sakti dan Ubique mendapatkan apresiasi dari Dewan Masyarakat Lithgow atas kontribusi dalam penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut.

“Dewan masyarakat Lithgow pada kesempatan tersebut mengundang tim gabungan ADF dan TNI-BNPB untuk makan siang bersama dan sekaligus menyampaikan penghargaan kepada Pemerintah Indonesia yang sudah membantu dalam penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan,” ucap Afrial.

Mereka (dewan masyarakat) menyampaikan bahwa ini merupakan pengalaman berharga dan langka di Australia, dimana masyarakat bersama militer bekerja sama dalam penanggulangan dampak bencana.

Kebakaran hutan di Australia pada periode 2019-2020, tepatnya pertengahan Januari 2020 ini, berdampak pada berbagai aspek.

Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), total hutan terbakar seluas 18 juta hektar. Kebakaran hebat itu menghancurkan 5.900 bangunan termasuk 2.800 rumah warga. (ahs)
Bagikan Artikel

Rekomendasi