Putri Koster Minta Rumah Tangga Desa Atasi Sampah dari Sumbernya

Minggu, 02 Februari 2020 : 21.03
Denpasar - Masyarakat di desa memiliki peran penting dalam mendukung upaya membersihkan sampah yang dimulai dari sumbernya.

Salah satu visi dan misi dari gerakan PKK, adalah menjalankan apa yang sudah diwacanakan, Pemerintah Provinsi Bali seperti menjalankan Pergub tentang pengolahan sampah berbasis sumber.

Demikian diungkapkan, Ny. Putri Koster kepada awak media, di sela-sela acara Sosialisasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Gerakan PKK dan Program TP PKK Tahun 2020 di Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Denpasar, Minggu (2/2/2020).

Ia menilai, selama ini, pola yang diterapkan dalam urusan sampah sudah salah. Wilayah sampah itu adanya di rumah tangga. Sudah keliru menerapkan pola sampah.

"Sampah kok dipindah harusnya diolah atau dienyahkan agar tidak ada lagi. Ketika dipindah akan menjadi bom waktu dan meledak suatu saat,” ucap Putri Koster.

Ia menilai, dengan memindahkan sampah, mengajarkan kepada kita, egoisme semata. Dirinya ingin rumah bersih dengan mengotori rumah tetangga. Bagaimana menjadikan desa bersih dengan tidak mengotori desa tetangga.

"Denpasar, menjadi tempat pembuangan sampah. Kasian warga Suwung. Coba kalau masing-masing rumah tangga mampu mengenyahkan sampahnya dari sumbernya,” ujarnya.

Dicontohkan, sampah dapur bisa diolah menjadi pupuk. Sampah organic bisa diremukkan dan dipendam di tanah untuk menyuburkan tanah. Sampah anorganik dipilah, dan olah daur ulang.

"Kita berkumpul salah satunya adalah supaya ibu-ibu dan bapak-bapak memikirkan bagaimana sampahnya selesai di desa," imbuhnya.

Ketika berpikir betapa repotnya membuang sampah plastik, maka pasti akan berpikir, sebelum membeli bahan berbungkus plastik. Sekarang ini masyarakat dimanja dengan plastik, akhirnya plastik diproduksi besar-besaran.

Ia menilai, disinilah peran PKK mengajak kita berkreasi terkait berinovasi dengan sampah. “Ini memang hal kecil yang bisa juga menjadi hal besar kalau dibiarkan,” kata Putri Koster.

Ia menambahkan, sesuai tujuan dari acara ini, untuk menyatukan pandangan. PKK, bukan khusus untuk perempuan, karena pengurus PKK bisa laki-laki dan perempuan. "Tetapi PKK adalah pelayan penuh kasih di masyarakat,” ucapnya. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi