Pers Bisa Menjadi Peredam dan Penghangat Pilkada Serentak

Sabtu, 08 Februari 2020 : 17.00
Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh/dok
Banjarmasin- Pers Indonesia yang berkualitas bisa menjadi peredam  juga penghangat Pilkada serentak pada tahun 2020 ini.

Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh menyatakan harapannya itu pada seminar Media Berkualitas untuk Pilkada Damai, di Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Jumat (7/2/2020).


Kata Nuh, pers berkualitas itu diharapkan dapat menjadi agen penyampaian informasi , adu gagasan dari setiap calon kepala daerah kepada masyarakat.

Sebaiknya pers tidak memberikan informasi yang men-down grade calon kepala daerah atau menjelek-jelekan yang bukan didukungnya.

"Kalau itu terjadi akan terjadi potensi perpecahan di masyarakat dan menimbulkan keretakan sosial," kata Nuh dalam siaran pers.

Ditegaskan, pers berkualitas dapat menjadi penghangat sekaligus memberikan rasa adem kegiatan sosial politik.

Pers harus bisa menghangatkan suasana supaya menimbulkan keterlibatan masyarakat secara aktif. Tapi di sisi lain juga harus bisa memberikan rasa adem pada masyarakat bukan memanas-manasi situasi yang bisa menimbulkan perpecahan," tambah alumnus ITS Surabaya ini.

Dalam konteks sosial politik ,Pilkada merupakan proses seleksi politik mendapatkan pemimpin terbaik oleh karena itu harus bisa dicari sosok ideal dari setiap daerah untuk memimpin ke depan.

Pihaknya meminta pers memelihara sikap independensinya, ditengah godaan partisanship di Pilkada.

Prinsip-prinsip independensi yang berkualitas dan objektivitas itu adalah roh dan kekuatan dari jurnalisti. Pilkada serentak di Indonesia akan digelar 23 September 2020, akan memilih 270 daerah Indonesia, memilih walikota, bupati dan gubernur.(rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi