Penanggulangan Bencana di Indonesia, BNPB Gandeng Pelaku Usaha

Kamis, 20 Februari 2020 : 07.27
Kerja sama melingkupi penempatan konten informasi bencana yang tertanam di aplikasi Gojek, pelatihan karyawan dan mitra Gojek, maupun kerja sama bentuk lain yang tidak terbatas pada pemberian bantuan personel maupun logistik/ist.
Jakarta- Dalam upaya penanggulangan bencana di IndonesiaBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjalin kerja sama pelaku usaha diantaranya Gojek.

Ini merupakan upaya konkret BNPB dalam pentaheliks, yaitu pelibatan unsur lembaga usaha dalam penanggulangan bencana.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di Kantor Gojek, Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Kerja sama ini akan melingkupi beberapa hal, seperti penempatan konten informasi bencana yang tertanam di aplikasi Gojek, pelatihan karyawan dan mitra Gojek, maupun kerja sama bentuk lain yang tidak terbatas pada pemberian bantuan personel maupun logistik.

Chief of Public Policy and Government Relations Gojek Shinto Nugroho mengatakan, dalam jangka panjang, ruang lingkup kerja sama Gojek dan BNPB akan melampaui aktivasi bantuan relawan dan kebutuhan logistik, dan mencakup kerja sama pengembangan inovasi yang berfokus pada edukasi dan diseminasi informasi tentang kebencanaan lewat aplikasi Gojek.

“Selain itu, BNPB juga akan memberikan pelatihan tanggap bencana untuk mitra dan karyawan Gojek,” tambah Shinto.

Sekretaris Utama BNPB Harmensyah mengapresiasi komitmen Gojek sebagai perusahaan teknologi on-demand pertama yang berinisiatif menjadi mitra pemerintah dalam usaha penanggulangan bencana di Indonesia.

"Perlu digarisbawahi bahwa upaya penanggulangan bencana adalah urusan bersama," tegasnya.

Melihat respon cepat tanggap yang dilakukan saat banjir di Jabodetabek, dia percaya kolaborasi bersama Gojek dapat membantu kami menetapkan strategi yang efektif untuk mengelola penanggulangan bencana.

BNPB memandang Gojek sebagai pihak yang strategis dalam upaya membangun kesadaran kolektif publik dalam penanggulangan bencana.

Melihat jangkauan di tengah masyarakat, Gojek telah beroperasi di 203 kota di Indonesia, sedangkan per kuartal ketiga 2019, aplikasi dan ekosistem Gojek telah diunduh oleh lebih dari 170 juta kali oleh pengguna Gojek. Bahkan aplikasi ini telah merambah 4 kota di kawasan Asia Tenggara.

Ini sebagai nilai tambah dalam membangun kerja sama dengan Gojek yang menjangkau publik secara luas.

BNPB berharap kerja sama seperti Gojek ini juga dapat dilakukan pihak lain di tanah air. Hal tersebut tidak terlepas bahwa penanggulangan bencana melibatkan banyak sektor serta melibatkan multipihak. Salah satunya lembaga usaha, seperti Gojek, terkadang memiliki kapasitas yang besar dan dibutuhkan untuk melengkapi kesenjangan dalam penanggulangan bencana.

Dalam peresmian kerja sama, Shinto menegaskan bahwa sejalan dengan DNA Gojek yang berfokus kepada perluasaan dampak sosial yang positif, kerja sama dengan BPNB ini merupakan perwujudan komitmen jangka panjang Gojek sebagai perusahaan anak bangsa dan bagian dari masyarakat Indonesia.

“Kami sangat mendukung BNPB dan akan terus bersinergi dengan pemerintah guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin waspada dan tangguh terhadap bencana,” kata Shinto

Selanjutnya, kerja sama akan dirinci lagi ke dalam perjanjian kerja sama (PKS) di antara unit teknis di lingkungan BNPB. Secara detail, pembahasan teknis lanjutan akan dilakukan oleh unit teknis BNPB dengan pihak Gojek. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi