PDIP Bali Promosikan Kuliner Tradisional Hingga Mancanegara

Jumat, 21 Februari 2020 : 22.13


Konferensi pers Festival Kuliner Bali 2020 di Sekretariat DPD PDIP Bali
Denpasar- Kuliner tradisional Bali memiliki kekhasan yang tidak dimiliki daerah lainnya karena itu perlu terus dipromosikan baik ke nusantara hingga mancanegara seperti yang dilakukan PDI Perjuangan melalui ajang Festival Kuliner Bali 2020.

Keunikan kuliner Bali dihadirkan dalam Festival Kuliner Bali 2020 untuk pertama kali diselenggarakan di Bali dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun PDI Perjuangan yang ke-47.

Ajang ini mengusung bertema “Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbasis Riset dan Inovasi Nasional“

Koordinator Festival Kuliner Bali 2020 I Made Ramia Adnyana menuturkan, misi dari Festival Kuliner Bali (FKB) 2020 adalah melestarikan dan mengembangkan kuliner tradisional Bali untuk mengembangkan inovasi pengolahan  pangan sesuai dengan kearifan lokal Jana Kerti.

"Festival ini juga bertujuan melestarikan Mutiara Kuliner Khas Nusantara warisan Proklamator RI, Bapak Ir. Soekarno," tandasnya saat konferensi pers di DPD PDIP Provinsi Bali, Jumat (21/2/2020).

Acara dikoordinir DPD Partai dan bekerjasama dengan Perempuan Sarinah kabupaten/kota, Asosiasi Kuliner (ICA BALI), GIPI, PHRI, IHGMA, dan IFBEC secara serentak diadakan di seluruh Kabupaten/Kota se Bali.

Penyelenggara membuka kesempatan bagi masyarakat umum baik Desa Adat, Sekaa Teruna Teruni, Komunitas Kuliner, Hotel dan Restaurant serta Ibu - Ibu PKK untuk berpartisipasi dalam FKB 2020 ini dan berkompetisi untuk memasak & menyajikan masakan terbaik dari daerah masing-masing.

Panitia menargetkan minimal peserta 100 orang (5 orang team memasak dan 2 orang pramusaji dalam 1 kelompok) atau 15 stand kuliner di setiap Kabupaten/Kota dengan harapan akan dikunjungi minimal 1000 pengunjung di setiap Kabupaten/Kota se Bali.

FKB 2020 akan dibuka oleh masing masing Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se Bali, sementara untuk lokasi FKB 2020 ditentukan oleh DPC Partai di tempat terbuka dan nyaman yang akan dilaksanakan pada hari Minggu, 23 Pebruari 2020 pukul 09:00 - 13:00 WITA.

Ramia menambahkan, peserta diwajibkan mengenakan pakaian Adat Madya dalam festival ini, dengan durasi 3 jam yang diberikan untuk memasak, seluruh peserta berkesempatan memenangkan hadiah yang disediakan oleh panitia yaitu berupa Piala, Sertifikat dan uang tunai.

Seluruh hasil masakan harus disajikan oleh pramusaji dari masing – masing kelompok dan akan akan dinilai oleh Juri dari Indonesian Chef Association (ICA) Bali.  Adapun kategori juara meliputi Juara Terbaik (Best of the Best), Juara Rasa Terbaik (The Best Taste), Juara Penyajian Terbaik (The Best Presentation) dan Juara Pelayanan Terbaik (The Best Service)

“Kami harapkan para peserta benar - benar menunjukkan keahliannya di dalam mengolah masakan khas daerah masing - masing dengan mengacu kepada standard dan kualitas terbaik sehingga menghasilkan kuliner otentik Bali yang memiliki nilai jual dan layak dipasarkan di kancah nasional dan mampu menarik perhatian wisatawan manca negara," tuturnya.

Diharapkan juga, ke depan masakan khas traditonal ini akan terangkat statusnya dan dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Kata Ramia, FKB 2020 ini adalah wujud nyata pelestarian masakan khas daerah sebagai warisan leluhur, supaya tidak punah dan dilupakanakan begitu saja seiring perkembangan jaman, hal ini selaras dengan program yang dicanangkan oleh  Gubernur Bali melalui “ Nangun Sat Kerthi Loka Bali “ untuk menjaga kelestarian kuliner khas Bali” ungkap I Made Ramia Adnyana – Koordinator Festival Kuliner Bali 2020

Guna memeriahkan HUT PDI Perjuangan yang ke-47, serangkaian kegiatan diselenggarakan dengan melibatkan masyarakat umum diantaranya Bakti Sosial Bersih – Bersih Lingkungan, Kegiatan Bali Resik Sampah & Penghijauan, Sosialisasi Bahaya Narkoba & HIV AIDS,  Lomba Design Meme dengan 2 tema yaitu Budaya Hidup Bersih & Bali Resik Sampah, Perlindungan Aksara & Bahasa Bali. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi