KKP Bandara Ngurah Rai Pastikan Kesiapan Antisipasi Penyebaran Virus Corona

Minggu, 02 Februari 2020 : 22.57
Kepala Kabid Pengendalian Karatina dan Surveilance Epidomologi KKP Bandara Ngurah Rai Bali I Wayan Suberatha dan jajaran saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhattab
Denpasar - Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan kesiapan jajarannya baik personel maupun peralatan dalam pencegahan dan penanganan jika ada penumpang maupun pengguna jasa bandara terindikasi virus corona.

Sebagaimana disampaikan Kepala Kabid Pengendalian Karatina dan Surveilance Epidomologi KKP Bandara Ngurah Rai Bali I Wayan Suberatha, jajarannya senantiasa siap 24 jam bekerja khususnya dalam mengantisipasi virus corona.

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SPO) yang ada, jika ada penumpang pesawat terindikasi virus corona, maka langkah pertama dilakukan adalah pihak ATC mengarahkan parkir pesawat ke apron barat 54-59.

"Kita sepakat, begitu suspect, tidak ada orang lain, tim health quarantine (KKP) kita, harus naik ke pesawat, melakukan pemeriksaan, setelah declaer, oke baru yang lainnya, penanganan kita sudah maksinal sehingga mudah-mudahan tidak ada yang lebih darurat lagi," harapnya, Minggu (2/2/2020).

Jadi, begitu pesawat mendarat, seluruh penumpang akan melewati thermal scanner dengan proses seperti biasa. Bagi penumpang yang terindikasi virus corona, akan dilarang turun karena menunggu petugas jemput di atas pesawat.

Petugas akan memastikan penumpang yang di apron yang diinformasikan terindikasi virus corona, setelah dicek maka segera dibawa mobil ambulans ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Hal penting yang dilakukan saat ini, adalah bagaimana melakukan pencegahan sedini mungkin penyebaran virus yang muncul di Wuhan, Cina.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Provinsi Bali Umar Ibnu Alkhattab yang melakukan sidak alat thermal scanner di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai, mengatakan, secara teknis SOP sudah disepakati berjalan cukup baik, juga kesiapan peralatan maupun petugas di bandara.

Kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan dalma mengantisipasi virus corona di bandara, cukup baik. SDM yang ada cukup memadai kapabel untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan asing yang terindikasi virus berbahaya itu,

"Saya sidak ini ingin melihat bagaimana kesiapan di lapangan baik petugas maupun peralatan, semua telah berjalan baik sesuai SOP," imbuhnya. Pihaknya berharap, agar wabah virus corona ini bisa cepat berlalu sehingga parwisata di Bali bisa kembali pulih

Umar mengaku ditanya Konjen Cina tentang apa saja yang dilakukan otoritas pemerintah dalam menangani virus corona. Demikian juga, data jumlah warga Cina yang berkunjung ke Bali.

Hal itu menunjukkan, selama ini informasi data terkait warga Cina berada di Bali belum tersosialisasi dengan baik. Berapa jumlah warga cina di Bali, belum ada data yang memadai.

Data-data jumlah warga Cina itu, sangat dibutuhkan bagi Konjen untuk memantau melakukan pengawasan kepada warga negaranya yang ada di Bali. "Karena mereka tidak tahu data-data itu, bertanya kepada Ombudsman," katanya.

Dari data Imigrasi yang diterimanya, periode bulan Januari 2020 ini, jumlah warga negara Cina yang berpergian ke Bali mencapai 61 ribu.

"Ada 51 ribu warga negara Cina yang sudah meninggalkan Bali, sisanya masih berada di Bali termasuk data di Imigrasi Singaraja dan Denpasar, ini yang perlu mendapat pemantauan," imbuhnya. (rhm)
Bagikan Artikel

Rekomendasi