Kerusakan Meluas, Danlanal Tegal Ungkap Pentingnya Zona Konservasi Terumbu Karang

Rabu, 19 Februari 2020 : 06.57
Danlanal Tegal menekankan perlunya penataan dan menyelamatkan terumbu karang yang telah rusak di perairan Karang Jeruk/ist.
Tegal - Kerusakan terumbu karang di perairan Karang Jeruk Kabupaten Tegal Jawa Tengah makin parah sehingga perlu penyelamatan dengan menetapkan zona terumbu karang.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Tegal, Lantamal V  Letkol Mar Ridwan Azis, memaparkan kondisi itu di hadapan Wakil Bupati Tegal  Sabilillah Ardie, B.Sc. dan Kepala Dinas KPP Kabupaten Tegal bertempat di ruang rapat Kantor Pelabuhan Pantai Perikanan (PPP) jalan Bandeng Desa Munjung Agung Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal, Selasa (18/2/2020)

Diketahui, Kabupaten Tegal salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Tengah dengan Ibu Kota Slawi, sekitar 14 km sebelah selatan Kota Tegal.

Kabupaten ini berbatasan Kota Tegal dan Laut Jawa di Utara, Kabupaten di sebelah Timur, Kabuaten Banyumas di Selatan, serta Kabupaten Brebes di Selatan dan Barat.

Bagian wilayah utara kabupaten Tegal merupakan dataran rendah. Disebelah selatan merupakan pegunungan, dengan puncaknya gunung Slamet (3.428 meter), gunung tertinggi di Jawa Tengah.

Danlanal Ridwan memberikan paparan tentang perlunya kembali penataan dan menyelamatkan terumbu karang yang telah rusak.

Secara geografis disebelah utara kabupaten Tegal merupakan daerah pesisir yang terumbu karangnya rusak karena adanya penambangan liar, penangkapan menggunakan bahan peledak, pencemaran, sedimentasi, eksploitasi berlebih.

Kerusakan juga akibat, pembuangan jangkar kapal di daerah terumbu karang, bencana alam, pemangsaan oleh achantaster planci.

Untuk itu, Lanal Tegal dan pemeruntah daerah, masyarakat pesisir dan stakeholder terkait menginisiasi perlu adanya konservasi kawasan perairan untuk melindungi ekosistem terumbu karang.

Kerentanan ekosistem terumbu karang dan berbagai ulah manusia terus memaksa terdegradasinya terumbu karang. Kawasan Konservasi perairan diatur dengan sistem zonasi.

Pembagian zonasi yang dapat dikembangkan di dalam kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau pulau kecil, yaitu zona inti, zona perikanan berkelanjutan, zona pemanfaatan dan zona lainnya.

"Dengan Konservasi, masyarakat telah memperoleh manfaat hasil tangkapan lebih baik, sebagai dampak limpahan ikan yang dilindungi pada zona larang ambil," tuturnya.

Selain itu, berbagai alternatif mata pencaharian juga berkembang dengan meningkatnya pengelolaan kawasan konservasi, seperti pemanfaatan wisata bahari serta berbagai kegiatan pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Diungkapkan, rencana Pengelolaan Zona Kawasan Konservasi ini telah memiliki zonasi dengan lokasi,kordinat dan rincian, Zona inti : 10,635 ha 109°11'57,068" - 109°12'16,249" BT, 06°48'34,689" - 06°48'45,240" LS, mutlak dilindungi dan tidak boleh terjadi perubahan apapun didalamnya oleh aktivitas manusia.

"Kegiatan yang diperbolehkan hanya untuk kepentingan ilmu pengetahuan, Pendidikan,. Penelitian, Inventarisasi, Pemantauan perlindungan dan pengamanan," tandas Ridwan.

Perairan Karang jeruk dapat dicapai dengan mudah dari arah pantai Desa Munjungagung dengan menggunakan perahu yang banyak disewakan oleh nelayan lokal.

Perjalanan menuju Karang Jeruk membutuhkan waktu sekitar 25 menit dari Pantai Desa Munjung Agung. Rencana kedepan didaerah Pantai Larangan Desa Munjungagung akan dibangun Pos TNI AL dan Mesium TNI AL yang pemanfaatannya berguna bagi masyarakat sekitar.

Usai diving bersama sama Wakil Bupati dan Kadis KPP di perairan Karang Jeruk dan melaksanakan Observasi dipandu tim Penyelam Lanal Tegal Kapten Laut (T) Muhammad Yusro yang menjabat Pasmilog Lanal Tegal (yud)

Rekomendasi