Keindahan Karangasem Menginspirasi Single Terbaru Gus Yudha

Kamis, 27 Februari 2020 : 06.08
Single teranyar Gus Yudha bertajuk Karangasem Bersehati (Bersih Aman Tertib dan Indah),merupakan single kesembilan/ist
Amlapura - Kabupaten Karangasem yang memiliki keindahan alam  seperti lembah ngarai, gunung, bukit, tradisi pantai dan juga pura pura besar menginspirasi Solois mebasa Bali Gus Yudha dalam single terbarunya.

Gus Yudha termasuk penyanyi Bali yang tergolong produktif berkarya termasuk rampungnya pengerjaan single paling gres miliknya.

Single teranyar bertajuk Karangasem Bersehati (Bersih Aman Tertib dan Indah) ini merupakan single ke Sembilan.

Diakuinya, kalau single ini memang termotivasi dari rekan rekan penyanyi Pop Bali lainya yang belakangan ini kerap membuat lagu terkait lingkungan dan keindahan alam.

“Ya belakangan ini banyak lagi sejenis seperti Gianyar Bersemi yang dinyanyikan Rai Peni,” ucap suami I Kadek Rai Ningsih ini.

Demikian juga, lagu yang mirip di Denpasar dinyanyikan Raka Sidan. Nah, lagu Karangasem Bersehati sendiri menurut Gus Yudha menceritakan soal keindahan Karangasem yang menjadikan daerah ini sebagai salah satu destinasi favorit wisatawan.

Dalam lagu barunya itu, dia juga mengungkap keindahan Taman Tirta Gangga dan juga Taman Ujung.

Lagu barunya itu diciptakan sendiri oleh Gus Yudha dengan Arenssemen Arimganawangsa Pro dari Mengwi Badung.

Syair lagunya cukup panjang termasuk mengangkat soal Gunung Agung dan Pura Besakih yang juga sebagai spiritual Bali.

Diketahui, Karangasem smemang dikenal dengan tradisi budayanya yang masih asri. Diantaranya ada berbagai jenis Ngusaba seperti Ngusaba Goreng, Ngusaba Dodol atau Ngusaba di Mel, Nguaba Sambeh, Ngusaba Dangsil dan ngusaba Memedi serta ngusaba Sri yang merupakan tradisi khas yang makin jarang ditemukan di luar Karangasem.

Disinggung soal tema cinta, Gus Yudha mengaku memang jarang mengangkat dalam karyanya. Meski pernah salah satunya adalah Ngetohang Jiwa Permana. Lgu ini ciptaan dari Lingga Jaya.

 “Sambutanya sangat baik malah paling tinggi followernya,” ujarnya.

Pria yang sempat ngetren dengan rambut panjang ini pertama kali mengeluarkan single tahun 2014 dengan judul Guna Guna Pemegat.

Kini, penggemar lagu pop Bali cukup tertatik dengan lagu tersebut sekalipun saat itu masih sebagai pendatang baru.

Pada tahun 2017 juga sempat keluarkan single dan juga keliling menghibur pengungsi Gunung Agung saat erupsi. Kemudian, tahun 2019 mengeluarkan lagu genjek kolaborasi dengan judul Ngipiyang Iluh.

Lagu ini berkolaborasi dengan sekehe genjek dari Karangsari, Duda Utara, Selat.
“Respon masyarakat cukup bagus,” ucap bapak tiga anak ini.


Dalam seminggu saja di Youtube sudah 13 ribu follower. Sementara khusus untuk single baru ini dirinya mengaku belum membuat video klipnya. Ini karena masih melihat respon masyarakat Karangasem seperti apa terkait lagu ini.

Dia berharap juga ada support dari Pemkab Karangasem terlebih lagi juga mengangkat potensi Karangasem. Ia berharap Pemkab Karangasem lebih banyak menggunakan artis lokal dalam kegiatan di Karangasem.

Menurutnya, selama ini artis lokal Karangasem terkesan seperti dikesampingkan di daerahnya sendiri.


Untuk album dirinya mengaku belum sempat membuat. Rencana, kedepan akan membuat album. Satu album butuh sekitar 10 lagu sementara kini baru ada Sembilan lagu.

Sebenarnya, Gus Yudha sendiri cukup aktif mengeluarkan single. Setahun bisa mengeluarkan dua sampai tiga single.

 “Cukup aktif juga setahun bisa tiga single,” ujar artis bernama asli di Komang Suastika.

Bagi publik di Bali, nama Gus Yudha lebih dikenal, dimana nama itu diambil dari anak pertamanya I Putu Ari Yudha. Pria berbintang Virgo ini mengaku muai dikenal masyarakat, seteleh berduet dengan Lingga Jaya

Pihaknya berharap lagu Bali semakin digemari masyarakat di Pulau Seribu Pura. Hal ini sejalan konsep Gubernur Bali Nagun Sad Kerti Loka Bali. “Mebase Bali, perbakaian adat Bali dan menggending bali,” tambah peria asal Dusun Pesangkan Anyar, Duda Timur, Selat, Karangasem. (nik)

Rekomendasi