Kapolda Bali Yakin Tidak Ada Gangguan Signifikan di Pilkada Serentak

Minggu, 09 Februari 2020 : 13.28
Denpasar -  Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Petrus Reinhard Golose meyakini tidak ada hal-hal yang signifikan yang mengganggu pelaksanaan Pilkada Serentak 2020.

Bali merupakan provinsi yang memiliki tata kehidupan dengan kebudayaan tinggi berupa adat istiadat, agama, tradisi, seni budaya dan kearifan lokal yang khas serta memiliki nilai spiritual yang cukup tinggi.

Dengan demikian,  Bali mempunyai daya tarik yang tinggi menjadi Destinasi Pariwisata Dunia, dengan julukan.

"Pulau Seribu Pura” yang harus kita lestarikan dan jaga bersama," tegas Kapolda Golose di sela Upacara Melaspas Mapolda Bali, Caru Rsigana, Caru Panca Kelud dan Upakara Pemali Agung, Minggu (9/2/2020).

Sebelumnya Polda Bali sudah berhasil dalam pelaksanaan pengamanan Pileg dan Pilpres 2019 yang kita ketahui bersama hampir sama sekali tidak ada kejaian menonjol dalam pesta demokrasi tersebut

Hal itu tidak lepas dari kerja sama antara stake holder dan seluruh lapisan masyarakat, termasuk Tokoh Agama, Tokoh Adat yang berperan aktif dalam membantu aparat TNI/Polri sehingga situasi Kamtibmas pasca Pilpres masih tetap kondusif.

Berkaitan persiapan menjelang Pilkada tahun 2020 kami telah melakukan mapping terhadap situasi yang menjadi potensi konflik menjelang pelaksanaan  Pilkada tahun 2020.

"Saya rasa tidak ada hal-hal yang signifikan yang dapat menganggu proses jalannya Pilkada tahun 2020," katanya menegaskan.

Sekalipun ada, lanjut Golose, kepolisian telah melakukan upaya antisipasi, tapi mudah-mudahan tidak ada gejolak yang dapat menganggu jalannya Pilkada tahun 2020.

Upacara  Pemelaspasan Mapolda Bali dipuput  3 Ida Pedanda beserta 88 Pemangku dari masing-masing wilayah di seluruh Bali.

Rangkaian upacara diawali dengan Caru Rsigana, Caru Panca Kelud dan Upakara Pemali Agung disertai dengan tarian Sidakarya selanjutnya Pembersihan diri yang dilaksanakan oleh Kapolda Bali,dan PJU Polda Bali beserta undangan.

Kapolda Bali menyampaikan sebagai umat yang percaya mari kita panjatkan rasa syukur kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkatnya kita dapat melaksanakan upacara ini, mengapa kita melaksanakan upacara ini adalah sebagai bentuk penghormatan kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Tadi kita telah melaksanakan kegiatan upacara pecaruan agung yang mana umat hindu sangat mensakralkan upakara ini, selain pemangku yang hadir dengan jumlahnya 88 (Delapan puluh delapan) Candi bentarnya juga dibentuk dengan angka Delapan,  kita diberikan kepercayaan oleh rakyat Bali untuk melindungi rakyat Bali” sambungnya.

Pembangunan kantor ini belandaskan dari Hasta Brata yang ke 5 yaitu Yama Brata yang berarti Keadilan.

"Kantor kita dibangun adalah untuk melayani rakyat Bali dengan asas keadilan," imbuhnya.

 Melalui upacara inilah, Golose mengajak masyarakat berdoa bahwa kita mempunyai kantor yang megah ini agar dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik.

Dengan Doa Bersama dari para sulinggih dan Pemangku serta seluruh anggota Polda Bali juga diharapkan dapat membantu menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif menjelang Pilkada Tahun 2020 di Provinsi Bali. (rhm)

-

Rekomendasi