Isu Virus Corona Berdampak Signifikan Terhadap Kunjungan Wisman Cina ke Bali

Sabtu, 29 Februari 2020 : 23.21
Mangupura - Merebaknya Virus Corona atau COVID-19 di dunia diprediksi berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan asing asal Cina ke Bali.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado, mengungkapkan, isu corona kemungkinan akan cukup membawa pengaruh terhadap jumlah wisatawan mancanegara yang tiba di Bali pada periode bulan Februari ke depannya.

Hal tersebut tidak lepas dari beberapa faktor. Salah satu faktor primer adalah penutupan sementara operasional penerbangan dari dan ke Cina hingga batas waktu yang belum ditentukan.

"Selama ini wisatawan asal Cina hampir selalu berada di posisi puncak jumlah terbanyak wisatawan yang kami layani," tegas Herry dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/2/2020).

Hal ini tentunya akan cukup berdampak ke depannya. Namun demikian, prioritas kami adalah untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada setiap penumpang di bandar udara kami,” tutup Herry.

Sementara mengawali tahun 2020, Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali mencatat sebanyak 540 ribu wisatawan mancanegara masuk ke Bali melalui jalur udara selama bulan Januari. Ini berarti ada pertumbuhan sebesar 17 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jumlah total wisatawan sebanyak 540.230 jiwa sementara jumlah wisatawan bulan Januari 2019 terdapat 463.285 wisatawan mancanegara yang terlayani. "Tumbuh 17% di awal tahun ini. Kita mengawali tahun 2020 dengan catatan yang sangat baik,” ujar Herry.

Wisawatan berpaspor Cina menempati urutan pertama dengan jumlah sebanyak 113.646, atau 21% dari total wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui jalur udara.

Australia dan India menguntit di urutan kedua dan ketiga dalam hal negara penyumbang wisatawan terbanyak, masing-masing dengan jumlah wisatawan sebanyak 105.575 dan 30.324 jiwa.

Tiga besar negara penyumbang wisatawan terbanyak adalah Cina, Australia, dan India. Jika dijumlah, ketiga negara tersebut menyumbang sebanyak 249.545 wisatawan, atau 46% dari total wisatawan yang dilayani. (riz)

Rekomendasi