Insiden Kali Sempor, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Duka Cita Mendalam

Jumat, 21 Februari 2020 : 23.52
Tim SAR Gabungan mengevakuasi para siswa Pramuka dalam kecelakaan air di Turi, Sleman/ist
Jakarta- Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan duka cita mendalam atas peristiwa kecelakaan air di Kali Sempor Kabupaten Sleman, Yogyakarta

Peristiwa kecelakaan air di Kali Sempor, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, terjadi Jumat, 21 Februari 2020 sore, mengakibatkan jatuhnya korban meninggal dan korban luka sejumlah siswa SMP Negeri 1 Turi, Kabupaten Sleman yang berseragam Pramuka.

Kepala Pusat Informasi Nasional Gerakan Pramuka Guritno mengungkapkan, atas peristiwa tersebut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menyatakan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penanganan dan pertolongan korban, mulai dari pemerintah, TNI, Polri, BPBD, BASARNAS, PMI, SAR DIY, RESCUE 920, GBS, PITU RESCUE, CODE X, Bahari, SRC, SAR Linmas, IOF, Sembada Rescue, SAR MTA.

Juga kepada PRB Mlati, Rescue 328, Mapala Satu Bumi, Mahaguru, komunitas relawan, tim Pramuka Peduli Kwarcab Sleman dan Kwarda Daerah Istimewa Yogyakarta, serta masyarakat sekitar tempat kejadian.

Kwarnas melalui Komisi Pengabdian Masyarakat terus melakukan koordinasi dengan tim di lapangan untuk mengetahui kabar terkini mengenai peristiwa tersebut.

Siapapun tentu tidak menghendaki tragedi tersebut terjadi. Namun demikian, hal itu sebagai bahan pembelajaran.

"Kwarnas Gerakan Pramuka sekali lagi mengimbau seluruh jajaran Gerakan Pramuka khususnya kakak-kakak pembina agar menerapkan pengetahuan manajemen risiko dan bijaksana dalam memberikan kegiatan kepada peserta didiknya," ucap Guritno dalam siaran pers.

Di samping itu, para pembina agar selalu mempertimbangkan berbagai hal dan mengutamakan keselamatan semua peserta kegiatan seperti tertuang dalam SK Kwarnas No.227 Tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kebijakan Manajemen Resiko dalam Gerakan Pramuka.

"Sebagai organisasi moderen dan bertanggungjawab dalam mendidik dan membina kaum
muda Indonesia, Gerakan Pramuka memiliki komitmen untuk mengelola resiko sebagai
upaya untuk mencapai tujuan," tegasnya.

Selain itu, memaksimalkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program dan penyediaan pelayanan, dalam berhubungan dengan anggota, pembina, pelatih, pengurus, staf, majelis pembimbing.

Demikian juga, pemerintah, serta infrastruktur, dalam lingkungan yang aman dan praktis, dirancang untuk mencegah kerusakan, kerugian, luka atau kehilangan pada Gerakan Pramuka atau pihak-pihak lain yang terkait dengannya. (rhm)

Bagikan Artikel

Rekomendasi