Edukasi Masyarakat Soal Aktivitas Gempa, BMKG Siapkan Peta Zona Aktif

Sabtu, 01 Februari 2020 : 11.05
Jakarta - Dalam mengedukasi masyarakat tentang aktivitas kegempaan di Tanah Air Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menyiapkan peta zona aktif.

Setiap akhir bulan, BMKG selalu membuat evaluasi aktivitas gempabumi tektonik selama sebulan di wilayah Indonesia. Aktivitas gempabumi selama sebulan dipetakan menjadi produk peta aktivitas gempa bulanan atau peta seismisitas bulanan.

Peta semacam ini perlu disampaikan kepada maayarakat, agar kita semua dapat mengetahui aktivitas gempa yang terjadi setiap bulan di wilayahnya.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr Daryono mengungkapkan, dari peta ini akan tampak sebaran aktivitas gempa dalam sebulan.

"Kita juga dapat mengetahui adanya kluster/grombolan sebaran pusat-pusat gempa tektonik di beberapa wilayah," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (31/1/2020).

Kluster-kluster aktivitas gempa kecil ini disebut sebagai zona aktif. Sekalipun aktivitas gempa hanya magnitudo kecil kurang dari 5,0 tetap perlu kita monitoring pergerakannya.

Dia mencontohkan, kluster aktivitas gempa-gempa kecil atau zona aktif yang ada pada bulan Januari 2020 ini bisa jadi sampai bulan februari masih ada, tetapi bisa jadi ada kluster yang berubah tidak aktif atau bergeser ke zona lain.

Kemudian, pergeseran zona aktif dari waktu ke waktu adalah dinamika aktivitas gempa tektonik di Indonesia. "Ini wajar karena wilayah kita memiliki sumber gempa yang banyak," tuturnya.

Adapun klaster gempa kecil pada Januari 2020 ini ada 8 tampak ada di (1) Nias, Simeulue, (2) Bengkulu, Jawa Barat, (3) Bali, Lombok, Sumba, (4) Gorontalo, (5) Laut Maluku, (6) Ambon, (7) Banda dan (8) Mamberamo Papua.

Dari klaster aktivitas gempa ini kita dapat mengetahui adanya zona aktif yang masih bertahan seperti yang ada di Lombok, Ambon, dan Mamberamo namun demikian ada zona aktif yang cepat berakhir tanpa terjadi gempa kuat.

Peta zona aktif adalah laporan aktivitas gempa bulanan, dimana BMKG melakukan tugasnya melakukan monitoring gempa di wilayah Indonesia.

Ini menjadi bagian dari tugas BMKG dalam memberikan informasi gempabumi serta mengedukasi masyarakat terkait aktivitas gempa bumi di Indonesia. Peta zona aktif bukanlah prediksi gempa sehingga masyarakat tidak perlu takut dan khawatir. (riz)
Bagikan Artikel

Rekomendasi